oleh

Analis Sosial: Jangan Survei Calon Mentri, Tanya Rakyat Mau Ganti Presiden Atau Tidak?

indonesiakita.co – Lembaga Survei Indonesia Political Opinion (IPO) telah merilis hasil surveinya dengan fokus pertanyaan sosok yang ideal untuk masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju. Hal ini tentunya terkait rencana reshuffle kabinet yang sempat diucapkan Jokowi dalam sebuah tayangan video resmi pemerintah.

Dari sejumlah sosok yang disebut, ada nama Susi Pudjiastuti, Rizal Ramli, Arief Yahya, Dahlan Iskan Igansius Jonan hingga Sandiaga Uno.

Menanggapi hal ini, analis sosial Universitas Bung karno (UBK) Muda Saleh mengatakan, bahwa lembaga survei seolah menjelaskan bahwa rencana ini sulit terjadi. Karena menurutnya, Jokowi cenderung bicara namun perwujudan apa yang disampaikan terkadang tak sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat.

“Lembaga survei… kalau mau survei jangan soal reshuffle, tanya masyarakat… apakah mau ganti presiden atau tidak. Kalau mau ganti menteri.. apa iya Jokowi bisa dipegang ucapannya?, sejak kampanye saja banyak janji-janji yang tidak terbukti, jadi menurut saya tanya warga, apakah masih menginginkan Jokowi atau tidak?,” tegasnya, kemarin di Jakarta.

Menurutnya sangat penting lembaga survei agar presiden tau dibutuhkan rakyat atai sebaliknya. “Survei saja.. pak.. mau mau dipimpin presiden Jokowi atau tidak, dan kira-kira siapa yang cocok menggantikannya, begitu kan juga bisa dilakukan, agar presiden tau, dia disukai rakyat atau dibenci rakyat.

“Kan, ini juga buat interopeksi diri bagi seorang kepala negara. Apalagi saat ini negara kita sedang kacau-kacaunya berbagai hal, baik ekonomi, sosial, budaya, macam-macamlah,” ungkapnya.

Dengan demikian jelas Muda, maka jika paling banyak rakyat mengharapkan presiden di ganti, hal tersebut sudah sepatutnya menjadi pertimbangan oleh para tokoh nasional, dan pihak-pihak yang dianggap memahami akan hal ini.

“Nah… nanti, kalau persentasenya lebih besar minta presiden diganti, tinggal diskusikan, baik aturan undang-undang, apakah ada yang bisa memperkuat pergantian jika presiden dianggap gagal di tengah jalan, informasi ini juga harus dirilis, karena agar masyarakat tau, dan tentunya survei dilakukan dengan jujur,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed