oleh

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Terkait Kerusuhan di Mandailing Natal

indonesiakita.co – Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka, atas kerusuhan dan pembakaran 2 unit mobil serta satu motor saat unjuk rasa di Desa Mompang Julu, Kecamatan Penyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, Senin (29/6) lalu. Sementara, ada delapan orang lain yang diduga terlibat kejadian itu masih menjalani pemeriksaan.

“Setelah kita kumpulkan bukti dan keterangan, ketiganya ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasubbid Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Sabtu (4/7).

Tiga orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka masing-masing AH (20), RH (20) dan AN. Penyidik telah memegang bukti mereka terlibat dalam kerusuhan itu dan melakukan perusakan dan pembakaran mobil dan sepeda motor serta pelemparan terhadap personel kepolisian dan TNI.

Ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah. Pihak kepolisian juga telah mengamankan 8 pria lainnya yang diduga terlibat kerusuhan itu. Mereka masing-masing AN, ASN, MHL, AN, ZN, EM, RN dan MFN. “Mereka kita amankan kemarin (Jumat, 3/7). Saat ini kedelapannya masih menjalani pemeriksaan,” jelasnya.

Sebelumnya diketahui, kerusuhan terjadi di Desa Mompang Julu, Senin (29/6). Kerusuhan berawal dari unjuk rasa warga menuntut pemberhentian kepala desa yang dinilai membuat kebijakan menyimpang terkait pembagian bantuan langsung tunai (BLT) dan penggunaan dana desa memblokade Jalinsum.

Aksi unjuk rasa berujung pada tindakan anarkistis. Massa melempari polisi dan membakar sepeda motor dan 2 mobil, termasuk kendaraan dinas Wakapolres Madina. Enam polisi juga terluka akibat lemparan.

Kerusuhan reda, Selasa (30/6) subuh, setelah Hendri Hasibuan membuat surat pengunduran diri dari posisi kepala desa. Blokade jalan dibuka kembali.

Polisi kemudian menangkap 3 warga terkait kerusuhan itu. Penangkapan itu langsung direspons warga dengan kembali melakukan unjuk rasa dan blokade jalan lintas Sumatera (Jalinsum), Kamis (2/7). Namun aksi itu dapat dibubarkan petugas. (Waw)

Komentar

News Feed