oleh

Jadi Tersangka, PPP Hentikan Status Anggota Partai Istri Bupati Kutai Timur

indonesiakita.co РEncek Unguria, Ketua DPRD Kutai Timur yang ditangkap KPK akhirnya diberhentikan oleh partainya, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi mengatakan bahwa langkah ini dilakukan sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART)  partainya.

Diketahui, Encek dan suaminya yang merupakan Bupati Kutim Ismunandar ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pekerjaan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutim pada 2019-2020,

Menurutnya, pemberhentian sementara status keanggotaan Encek di PPP ini dilakukan hingga terdapat keputusan inkrah dalam kasus terkait.

“Sesuai AD/ART PPP bahwa kader yang terjerat kasus di KPK langsung diberhentikan dari jabatannya. Sementara, status keanggotaannya diberhentikan sementara hingga adanya putusan inkrah,” ujarnya, hari ini.

Adapun PPP menurutnya, akan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam menyikapi penetapan status tersangka salah satu kadernya tersebut.

“Dalam setiap kesempatan bimtek [bimbingan teknis] anggota DPRD, kami selalu menginstruksikan anggota DPRD dari PPP untuk tidak KKN [korupsi, kolusi, dan nepotisme]. Bahkan setiap bimtek selalu ada materi antikorupsi dari KPK,” tutupnya.

Diketahui Encek bersama suaminya Ismunandar, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Timur, Musyaffa, Kepala BPKAD Suriansyah, serta Kadis PU Kutim Aswandini telah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus suap terkait pekerjaan infrastruktur di lingkungan Pemkab Kutim pada 2019-2020.

Dalam kasus ini KPK juga menetapkan dua orang pihak kontraktor yang memberikan hadiah atau menyuap lima pejabat di Kutim sebagai tersangka, yakni Deky Aryanto dan Aditya Maharani. (Waw)

Komentar

News Feed