oleh

Sultan HB X Akui Kesulitan Terapkan New Normal

indonesiakita.co – Gubernur DIY, Sri Sultan HB X mengaku tak ingin terburu-buru menetapkan new normal di wilayahnya. Karena menurutnya, penting terlebih dahulu melihat kondisi real.

“Tidak.. kami tidak ingin terburu-buru menetapkan new normal, kita kingin melihat kondisi yang real, agar semua ini jelas,” ujarnya, kepada media, kemarin.

Berdasarkan data di lapangan jelas Sultan HB X, masih ada temuan kasus berkategori imported case. Imported case ini sendiri merupakan penularan virus Corona karena pasien melakukan perjalanan ke luar negeri maupun ke propinsi lainnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa saat ini masih ada temuan warga DIY yang dinyatakan sehat namun sepulangnya dari luar kota maupun luar negeri kemudian justru tertular virus Corona.

“Faktanya kita di sini sehat tapi begitu keluar pulang bawa penyakit. Selama kondisi ini yang terjadi kita jadi tidak bisa memprediksi Yogya pada peak-nya sudah terjadi apa belum. Kalau sudah (puncak) pasti turun. Sekarang sepertinya sudah landai, tapi ternyata naik lagi,”ungkapnya.

Adapun terkait penetapan masa tanggap darurat bencana Covid-19 di DIY yang diperpanjang hingga 31 Juli mendatang, Sultan HB X pun angkat bicara. Sultan HB X menyebut dengan masih berstatus tanggap darurat, pihaknya masih bisa leluasa untuk menangani pasien Covid-19.

“Kalau (status tanggap darurat Covid-19 di DIY ) dicabut ada yang positif, arep ngobati nggo PCR, Swab aku kudu lelang (kalau mau mengobati pasien positif Corona dengan memakai PCR dan Swab Test aku harus melakukan lelang).

“Kan susah kalau lelang 45 hari. Dengan kondisi darurat mau beli tinggal beli. Yang penting dipertanggungjawabkan. Tapi kalau ora (tidak berstatus tanggap darurat bencana Covid-19) kudu (harus) lelang 45 hari,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed