oleh

Jokowi Bicara Soal Inovasi di Acara ITB, Lupa Sama Menterinya Mentok Semua?

indonesiakita.co – Presiden Jokowi mengatakan bangsa Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar yakni disrupi dan hiperkompetisi. Ungkapan ini ia katakan pada saat menghadiri sidang terbuka Peringatan 100 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia yang digelar virtual, Jumat, (3/7/2020).

“Perubahan besar, telah terjadi di berbagai bidang yang semakin dipercepat oleh revolusi industri jilid keempat. Persaingan antar negara juga semakin ketat yang menuntut kecepatan, menuntut fleksibilitas, dan menuntut inovasi,” jelasnya.

Jokowi mengatakan di tengah persaingan global yang semakin kompetitif, peran pendidikan tinggi harus semakin signifikan. Menjadi pemandu perubahan besar menggagas inovasi dan terobosan, membuat Indonesia semakin disegani dunia.

“Untuk itu, Indonesia harus digerakkan oleh semangat juang yang tinggi. Dipandu oleh akhlak mulia dan jiwa pengabdian kepada bangsa dan negara. Dan dibarengi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi,” tambah Jokowi.

Adapun Indonesia menurutnya, tidak boleh kalah dari negara lain. Oleh karena itu, kontribusi ITB ditunggu oleh seluruh anak bangsa. “Tunjukkan prestasi akademisi dan peneliti kita. Tunjukkan sumber daya IPTEK dan inovasi karya bangsa kita kepada dunia. Buktikan kontribusi ITB untuk kesejahteraan rakyat dan kemajuan Indonesia tercinta,” tutupnya.

Diketahui, Istana pada 28 Juni mempublikasikan rekaman video Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Sidang Kabinet Paripurna pada tanggal 18 Juni 2020. Dalam video berdurasi kurang lebih 10 menit itu, Presiden Jokowi dengan nada tinggi memperingatkan anak buahnya. Bahkan, dia menyatakan, bisa saja melakukan pembubaran lembaga hingga melakukan reshuffle. “Sudah kepikiran ke mana-mana saya,” katanya dalam video tersebut.

Bahkan, Jokowi menyebut tak ada progres signifikan dalam penanganan Covid-19. Hal ini bisa dilihat dari realisasi anggaran Kementerian Kesehatan yang masih 1,53%. Lalu penyaluran Bansos yang belum 100%. “Saya harus ngomong apa adanya nggak ada progres yang signifikan. Engga ada,” ujarnya. (Waw)

Komentar

News Feed