oleh

Rizal Ramli: Marahi Anak Buah di Depan Umum Bukan Ciri Pemimpin Bijak

indonesiakita.co – Tokoh nasional Rizal Ramli mengungkapkan kekecewaannya terharap sikap Jokowi yang marah terhadap menteri kabinet dan disiarkan kepada publik. Menurutnya, sikap tersebut bukanlah menunjukkan seorang pemimpin yang bijak.

“Jelas, itu bukan budaya Indonesia, mana ada ceritanya pemimpin memarahi anak buahnya dilihat khalayak ramai, apa gak kasihan sama bawahan, itu sama saja orang tua marahin anaknya di depan umum, atau kita marahi karyawan kita di depan banyak orang,” kata Rizal, kemarin di Jakarta.

Rizal juga menyebut, bahwa apa yang dilakukan Jokowi dengan memarahi anak buahnya menunjukkan sikap otoriter, dan seolah-olah memiliki kehebatan agar dilihat orang banyak. “Inikan menunjukkan sikap yang arogan, tak patut ditiru. Anak buah yang salah itu kan karena pemimpinnya yang tak bisa mengatur anak buahnya.

“Nah.. kenapa anak buah gak bisa diatur?… karena menteri-menteri ini semua hasil dari bagi-bagi politis, bantu memenangkan pemilu, sehingga tidak merasa beban bagi menteri untuk melakukan manuver-manuver kerja yang menyimpang… wong dia pikir Jokowi menang karena partainya kok,” tambah Rizal lagi.

Ia juga menjelaskan, jika memang ada kesalahan kerja pada menteri Jokowi. hal tersebut terjadi karena menteri kabinet Jokowi tidak ada yang memiliki kemampuan dan pengalaman membalikkan kondisi buruk menjadi baik.

“Coba … satu persatu.. menterinya Jokowi.. siapa yang pernah ‘turn around’ (memutar kondisi-red), misalnya soal ekonomi.. dari minus ke plus, dari rugi menjadi untung, atau menteri lainnya deh.. kan nyaris tida ada. Semua kerja mirip pekerja biasa. Dan bahkan, tak heran jika ada kelakuan menteri yang mencoba mengambil keuntungan atas jabatannya,” tambahnya.

Selain itu menurutnya, seorang pemimpin yang hebat adalah pemimpin yang memiliki menteri dengan kapasitas serta kemampuan yang memadai. “Pak Harto.. itu orangnya luar biasa otoriter, tapi menterinya hebat-hebat. Ada ahli antropolog, sosiolog, ekonom, dan misalnya pak Ali Alatas, yang paham dengan kerja sama dengan luar negeri, karena memang temannya banyak di luar negeri.

“Kita tau pak Harto itu pendidikannya tak cukup, tapi dengan kepemimpinannya, dan menteri yang ada disampingnya hebat, akan menjadikannya hebat. Ini kan enggak, presiden kok mikir angka-angka, teknis aja masih diurusin, yang seharusnya urusan menteri, bahkan sampai bagi-bagi kartu aja masih presiden…jadi menurutnya, sikap memarahi anak buah di muka umum itu tak terpuji, bukan budaya kita.. atau.. apa memang ini drama, seolah-olah agar pemimpin tidak ingin disalakan,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed