oleh

Bejat! Staf Rumah Sakit Tega Palsukan Dokumen Rapid Test

indonesiakita.co – Pihak kepolisian dari Polres Sibolga menangkap staf rumah sakit karena memalsukan dokumen hasil pemeriksaan Covid-19. Keduanya kini diamankan di kantor polisi.

“Dari hasil penyelidikan tim Satreskrim, kita berhasil mengamankan 2 orang yang diduga sebagai pelaku pemalsuan pada Sabtu (27/6),” kata Kasubag Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin, Minggu (28/6).

Ia menjelaskan, bahwa kedua orang yang ditangkap masing-masing seorang pria, MAP (30), warga Jalan Sibuluan Nalambok, Sarudik, Tapteng, dan seorang perempuan EWT (49), warga Jalan Padang Sidempuan, Hutabalang, Badiri, Tapteng. MAP merupakan perawat di Klinik Yakin Sehat, Sibuluan Nalambok, Sarudik, Tapteng. Sementara EWT merupakan ASN rumah sakit.

Dimana pada awalnya, polisi menangkap EWT di Jalan Sisingamangaraja, Pancuran Dewa, Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sabtu (27/6) sekitar pukul 10.00 Wib. Setelah diinterogasi, perempuan ini mengaku melakukan pemalsuan itu bersama MAP di Klinik Yakin Sehat.

“Sekitar 1,5 jam berselang, pria itu ditangkap di Jalan Padang Sidempuan Gang Karya, Sibuluan Nalambok,” jelas R Sormin.

Polisi menjelaskan, dari tangan para tersangka disita barang bukti berupa 52 rangkap fotokopi hasil laboratorium patologi klinik, 24 rangkap surat hasil laboratorium patologi klinik, 43 alat suntik bekas, 1 lembar kertas kuning pemeriksaan laboratorium, 1 alat rapid test bekas, 2 buah alat suntik baru, sepasang sarung tangan karet, 2 buah tabung edta, 1 spidol hitam, 1 pulpen, 2 buah potongan selang infus dengan panjang sekitar 50 cm, 93 plaster penutup luka, 2 unit hp, dan uang tunai Rp350.000.

“Karena pemalsuan dilakukan di Klinik Yakin Sehat di Sibuluan Nalambok, Sarudik, Tapanuli Tengah, serta dengan adanya laporan polisi yang telah dibuat atasan EWT yang tanda tangannya dipalsukan di Polres Tapanuli Tengah, sehingga setelah dilakukan gelar perkara diperoleh kesimpulan bahwa untuk penyelidikan lebih lanjut Polres Sibolga disarankan melimpahkannya ke Polres Tapanuli Tengah,” pungkasnya. (Fel)

Komentar

News Feed