oleh

DPR Minta Polisi Tak Lagi Lakukan Penyiksaan dalam Proses Penegakan Hukum

indonesiakita.co – Hari anti penyiksaan Internasional ternyata menjadi momen bagi anggota Komisi III dari Fraksi Partai Nasdem Taufik Basari mengingatkan kepada Polri agar tidak ada aksi penyiksaan dalam proses penegakan hukum.

Diketahui, Hari Anti-penyiksaan International yang jatuh pada Jumat (26/6/2020). “Wujud dari pelaksanaan program Polri yang profesional, modern dan terpercaya atau promoter, terlihat dari keberhasilan Polri untuk memastikan dihentikannya segala praktik penyiksaan dalam setiap proses hukum, menindak tegas oknum pelaku penyiksaan, dan membangun sistem dan kultur kepolisian yang mampu menjamin tidak terjadinya praktik penyiksaan,” ujarnya, dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, kemarin.

Dimana dari jumlah tersebut, setidaknya ada 48 kasus di antaranya dilakukan oleh institusi Kepolisian. Taufik mengatakan, faktanya kasus penyiksaan masih terjadi di beberapa tempat. Padahal, Polri memiliki Peraturan Kapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia yang memberikan larangan terhadap praktik penyiksaan.

Ia juga meminta, Polri menghapuskan praktik penyiksaan dalam proses penegakan hukum di Indonesia, karena Indonesia telah meratifikasi Konvensi Menentang Penyiksaan serta Perlakuan dan Penghukuman Kejam, Tidak Manusiawi dan Merendahkan Martabat Lainnya melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1998.

Taufik menambahkan, bahwa peraturan internal tidak cukup, harus diikuti dengan pembangunan sistem dan perbaikan kultur guna mencegah terjadinya tindakan penyiksaan.

Selain itu, Taufik mengingatkan, keterangan yang diperoleh melalui tindakan penyiksaan, dalam proses hukum tidak dapat bernilai sebagai alat bukti di persidangan. “Hakim di persidangan harus menindaklanjuti secara serius terhadap adanya pengakuan tindak penyiksaan agar putusan didasarkan pada keadilan dan proses hukum yang benar sesuai prinsip-prinsip rule of law dan fair trial,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed