oleh

Media Asing Sebut RI Titik Penyebaran Corona, Analis Sosial: Jokowi Jangan Bikin Malu Lagi ya!

indonesiakita.co – Analis sosial Universitas Bungkarno, Muda Saleh meminta agar presiden Jokowi tidak menganggap remeh adanya pernyataan media Australia ‘The Sidney Morning Herald’ yang menyebut RI hotspot penyebaran corona. Ia juga berharap agar kepala negara tidak mengalami kesalahan kedua kalinya soal informasi penting dari negara tetangga.

“Beberapa bulan lalu Australis juga ingatkan Indonesia agar mengantisipasi penyebaran virus corona, tapi pemerintah malah asik ngeles, bantah dan malah bikin diskon tiket pesawat, hotel dan restoran bagi para turus asing yang akan datang ke Indonesia,” ujarnya, pagi ini.

Muda menyatakan, pemerintah sempat melakukan kesalahan atas hal tersebut. “Itu kesalahan fatal, kan Menkes juga bantah, akhirnya disaat negara lain dalam masa recovery, kita malah lagi repot-repotnya menangani pandemi ini, ia kalau becus, ya kita lihat saja banyak yang berantakan,” ungkapnya.

Menurutnya, informasi yang datang dari luar negeri seharusnya bisa menjadi pertimbangan untuk diteliti ataupun dicermati. “Ya, harus, Jokowi harus jeli soal informasi ini, karena pemerintah gak bisa berbuat apa-apa, malah masih asik sibuk urus utang, karena memang faktor ekonomi yang menjadi alasan utama pemerintah, bukan coronanya,” tegasnya.

Ia juga berharap, apa yang disampaikan media asing tersebut segera menjadi fokus bagi pemerintah, mengingat kinerja kementerian Jokowi saat ini menurutnya berantakan. “Jangan sampai terulang kedua kali, malu-maluin, kalau kejadian lagi dan terbukti kita menjadi titik penyebaran corona, bukan hanya saja kerugian banyak hal, tapi memperjelas pemerintah tak bisa berbuat apa-apa,” tutupnya.

Sebelumnya, media Australia The Sydney Morning Herald (SMH) sebut Indonesia berpotensi menjadi titik hotspot penyebaran corona. Hal ini tentunya menyusul tingkat penyebaran virus tersebut semakin hari kian menjadi.

Dimana dalam artikel yang berjudul “The world’s next coronavirus hotspot is emerging next door” tersebut rupanya ditulis oleh kontributor bernama James Massola yang memang tinggal di Jakarta.

Tulisan yang dirilis pada 19 Juni 2020 itu pun turut melampirkan posisi Indonesia dalam peringkat penanganan virus Corona sedunia. “Indonesia mendekam di peringkat 163, hanya melakukan 2.193 tes per satu juta orang. Negara terpadat keempat di dunia, rumah bagi hampir 270 juta orang, baru-baru ini memecahkan 10.000 orang diuji per hari,” tulis artikel itu. (Fel)

Komentar

News Feed