oleh

LIPI: Ada Sinar UV ‘Pembunuh Virus’ yang Tak Baik untuk Tubuh Manusia

indonesiakita.co – Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Yusuf Nur Wijayanto mengatakan, ada tiga sinar ultraviolet (UV) yang harus dipahami terkait untuk membunuh virus corona. Yakni, UV-A, UV-B, dan UV-C, dimana diantaranya ada yang tidak bagus untuk tubuh manusia.

Ia mengatakan, bahwa UV-A dan UV-B alami dari Matahari masih punya manfaat bagi manusia seperti untuk kesehatan kulit, membantu pembentukan vitamin D, dan lainnya.

Sementara, UV-C hampir sama sekali tidak sampai ke Bumi, karena ada lapisan ozon yang melindungi kehidupan manusia. Kecuali di daerah yang ozonnya sudah terkikis seperti di kutub.

Jika sinar UV-C terkena manusia, maka bisa mengakibat kanker kulit dan merusak mata jika sering terpapar. Sebab makhluk hidup, termasuk manusia terdiri dari sel-sel kecil yang ada di dalam tubuh. “Jadi UV-C mempunyai sifat merusak untuk kehidupan,” ujarnya, kemarin.

Yusuf mengungkapkan, jika ingin membedakan antara ketiga sinar UV ini, lanjut Yusuf, dengan mengukur panjang gelombang mengunakan alat bernama optical spectrum analyzer atau optical wavelength meter.

Kendati deminia, ia juga mengakui bahwa sinar UV-C dapat melemahkan mikroorganisme termasuk bakteri, germ, virus. Pada beberapa bakteri dan virus sebelumnya, seperti SARS dan MERS, sudah banyak dilakukan pengujian dan hasilnya cukup baik, yakni mampu melemahkan virus sampai 99%.

“Sedangkan untuk COVID-19 yang relatif masih sangat baru ini belum ada data secara experiment, tetapi diprediksikan bisa menjadi lemah juga. Tentu dengan dosis pancaran UV-C yang berbeda dari masing masing virusnya,” ungkapnya.

Adapun cara menghilangkannya, lanjut dia, pancarkan sinar UV-C pada suatu permukaan benda yang ingin disterilisasikan selama beberapa waktu. Ini demi memenuhi besar dosis minimal yang bisa melemahkan virus.

Secara ilmiah, panjang gelombang UV-C yang digunakan akan mendekati besar dari microorganisme yang ingin dilemahkan tersebut. “Sinar UV-C dapat digunakan untuk melemahkan virus di permukaan suatu benda yang terkena pancarannya sesuai dosisnya,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed