oleh

KPK Nyerah Soal Kasasi MA Bebaskan Sofyan Basir

indonesiakita.co – Putusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) terkait perkara dugaan tindak pidana suap terkait proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang Riau-1 (PLTU MT Riau-1) dengan terdakwa mantan Direktur Utama PT PLN Sofyan Basir tampaknya membuat pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berfikir ulang untuk melakukan Peninjauan Kembali (PK).

Hal ini diisyarakatkan oleh Wakil Ketua KPK Alexander Marwata yang menyebutkan, bahwa

berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) PK merupakan hak terpidana atau ahli waris. Itu artinya, aparat penegak hukum termasuk KPK tidak memiliki hak mengajukan PK.

“Kalau kita kembalikan ke situ, mestinya aparat penegak hukum KPK, Kejaksaan, itu tidak punya melakukan untuk ajukan atau tidak punya hak melakukan PK. Jadi selesai di putusan MA,” tegasnya, kepada wak media, kemarin

Namun Alex mengaku bahwa pihaknya belum menerima salinan putusan lengkap MA yang menolak Kasasi KPK. Selain itu, pihaknya juga akan mempelajari dan menganalisis untuk menentukan sikap atas putusan tersebut.

“Nanti kita lihat. Karena apa? Putusan dari MA sendiri kan sampai saat ini belum kita terima. Pertimbangannya apa dan sebagainya,” sambungnya.

Adapun KPK menurutnya, akan tetap menghormati putusan MA. Meskipun putusan tersebut membuat Sofyan Basir bebas dari perkara PLTU Riau-1. “Kalau terkait kasus ini, yang jelas putusan di MA sudah menyatakan bahwa SB (Sofyan Basir) tidak terbukti. Kita harus hormati putusan MA,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed