oleh

Keluarga Pejabat Jadi Komisaris, Relawan Jokowi: Presiden Lupa Revolusi Mental!

-News-11.995 views

indonesiakita.co – Kebijakan Menteri BUMN Erick Thohir mengangkat bagian keluarga menteri, juru bicara kepresidenan hingga sejumlah perwira aktif Polri/TNI duduk di posisi komisaris BUMN terus menjadi sorotan publik. Bahkan, langkah tersebut menunjukkan gagalnya revolusi mental yang digaungkan pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

“Revolusi mental gagal total, yang hadir malah KKN, rangkap jabatan di sejumlah perusahaan BUMN serta oligarki yang menguasai,” ujar Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa) Adi Kurniawan, kemarin di Jakarta.

Adapun yang dimaksud terjadinya praktik KKN dan rangkap jabatan yang dimaksud yakni, adik ipar Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ahmad Perwira Mulia Tarigan, diangkat sebagai komisaris independen Pelindo 1 pada 21 April 2020 lalu. “Kemudian, perwira TNI-POLRI aktif mengisi jabatan di sejumlah perusahaan BUMN dan rangkap jabatan Juru Bicara Kepresidenan Fajroel Rahman sebagai komisaris di PT Waskita Karya, serta Graha Yudha,” ucapnya.

Ketua umum relawan pendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 ini, KKN dan rangkap jabatan melanggar undang-undang, sebagaimana diatur dalam UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20/ 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Kenapa presiden diam? Padahal ini mempertontonkan kesombongan dan sangat menari di atas penderitaan rakyat di tengah situasi pandemi ini. Apa presiden sudah lupa dengan revolusi mentalnya itu,” ketusnya.

Adi juga mengajak masyarakat memberikan hadiah ulang tahun bagi presiden, dengan merefleksi perjalanan dua periode pemerintahan yang ada. “Kami tidak memberikan ucapan ulang tahun ke presiden. Kami merefleksikan bertambahnya umur presiden dengan negara makin baik atau makin rusak,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed