oleh

MNC Group Kebakaran Jenggot Soal Penyiaran Bebas di Internet, Bikin Gugatan ke MK

indonesiakita.co – Group MNC mempermasalahkan penyiaran berbasis internet di Indonesia. Kini, dua media yakni INews TV dan RCTI melayangkan gugatan atas masalah tersebut ke Mahkamah Konstitusi.

Kuasa hukum dari dua tv tersebut, yakni Imam Nasef mengatakan, terdapat ketidakpastian hukum dalam skema penyiaran berbasis internet di Indonesia, dan sekaligus menjadi pemohon uji materi UU Penyiaran pada Sidang Mahkamah Konstitusi.

Dimana pemohon menilai pengaturan penyiaran berbasis internet dalam Pasal 1 Ayat 2 UU Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran ambigu dan menyebabkan ketidakpastian hukum.

“Ketiadaan kepastian hukum dimaksud karena muncul perbedaan penafsiran terhadap UU Penyiaran, khususnya Pasal 1 Angka 2 apakah hanya mencakup penyiaran konvensional atau mencakup pula aktivitas penyiaran berbasis internet,” ujarnya, kemarin di Jakarta.

Adapun menurutnya, layanan konten video melalui internet pada dasarnya merupakan penyiaran, hanya berbeda metode pemancar luasan. Padahal konten layanan over the top (OTT) ke ranah penyiaran tidak terelakkan seiring meningkatnya pengguna internet dari tahun ke tahun.

Sementara itu, migrasi pengguna siaran konvensional ke siaran berbasis internet pun signifikan, yakni berdasarkan studi Nielsen pada 2018, durasi menonton platform digital mendekati durasi menonton televisi konvensional. Durasi menonton platform digital berbasis internet menjadi tertinggi kedua dengan rata-rata 3 jam 14 per hari, sementara durasi menonton televisi konvensional rata-rata 4 jam 53 menit per hari.

“Tingginya migrasi itu tidak diiringi kewajiban penyedia layanan OTT tunduk pada UU Penyiaran sehingga tidak harus memenuhi syarat berbadan hukum Indonesia serta memperoleh izin siaran seperti penyelenggara siaran konvensional. RCTI dan INews TV meminta agar penyedia layanan siaran melalui internet turut diatur dalam Pasal 1 ayat 2 UU Penyiaran,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed