oleh

DPR Fraksi PKS: New Normal Bukan Soal Corona, Tapi Karena Ekonomi

indonesiakita.co – Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina menilai kondisi New Normal yang diterapkan di Indonesia bukanlah disebabkan membaiknya penanganan wabah covid-19, namun lebih cenderung pada penyelamatan ekonomi. Ia mengatakan alasan tersebut, menyusul, dimana saat ini vaksin, atau obat belum juga dotemukan.

Seentara, angka terpapar sekaligus angka kematian terus bertambah. Nevi meminta agar pemerintah tidak cepat mencabut larangan ekspor Alat Pelindung Diri (APD).

“Saya meminta kepada pemerintah untuk menunda mencabut larangan ekspor APD. Untuk saat ini belum tepat. Negara kita memasuki new normal dalam kondisi kasus positif tambah banyak. Keadaan ini menunjukkan bahwa new normal bukan karena pandemi covid 19 telah menurun. Akan tetapi lebih pada masalah ekonomi yang tidak terkendalikan. Bila kebijakan pembukaan ekspor APD terus dilakukan, maka akan berpotensi melanggar undang-undang”, ujar Nevi dalam keterangan persnya, Sabtu (20/6/2020).

Politikus PKS ini menjelaskan pada Selasa, 16 Juni 2020, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No.57 Tahun 2020 tentang Ketentuan Ekspor Bahan Baku Masker, Masker, dan Alat Pelindung Diri (APD).

Dimana Permendag ini untuk membuka kembali keran ekspor APD dan bahan baku masker.

Legislator asal sumbar ini sangat menyayangkan karena tindakan ini sangat gegabah mengingat kasus positif Covid-19 di dalam negeri masih sangat tinggi, bahkan cenderung terus meningkat.

Dalam beberapa hari terakhir penambahan kasus positif sebanyak 900 – 1.100 orang. Bahkan bila dirujuk pada amanah UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, kebijakan ini berpotensi melanggar undang-undang.

Sebab pada undang-undang ini menyebutkan tentang Pelarangan Ekspor Barang untuk menjaga  Kepentingan Nasional serta melindungi kesehatan dan keselamatan manusia (Pasal 50 ayat 2).

“Kondisi masyarakat kita saat ini dalam menghadapi new normal menunjukkan  perilaku sosial masyarakat tidak bisa dikendalikan sehingga korban virus corona bisa melonjak terus. Cluster-cluster baru bermunculan baik di Mall perbelanjaan maupun di pasar-pasar tradisional.

Kemudian soal data, kita belum punya data base yang pasti berapa keperluan  masker dan APD begitu ada lonjakan positif corona karena new normal. “Saya dan fraksi PKS sangat menolak adanya ekspor masker dan APD.  Pandemi covid 19 di Indonesia masih belum ada kepastian akan berakhir. Bahkan trennya terus meningkat. New Normal negara ini memaksa kita harus siapkan rumah sakit, tenaga medis, masker dan APD secara maksimal,” tutup Nevi. (Waw)

Komentar

News Feed