oleh

Bursa Capres, Rizal Ramli: Kita Butuh Pemimpin Hebat, Bukan dari Sosmed

indonesiakita.co – Nama tokoh nasional Rizal Ramli disebut-sebut sebagai salah satu kandidat dalam bursa pencalonan presiden pada 2024 mendatang. Ia didaulat sebagai sosok yang pantas mewakili kalangan akademisi, profesional dan aktivis.

Lalu apa tanggapan Rizal Ramli mengenai hal ini?, berikut wawancara redaksiindonesiakita.co dengannya;

Redaksi:  Pak Rizal, apa tanggapan anda mengenai masuknya nama anda dalam bursa pencalonan (capares) tersebut pada 2024 mendatang?

Rizal Ramli:  Siapa saja boleh-boleh saja menilai, menganalisa dan berharap mengenai sosok yang diharapkan publik untuk menakhodai negara ini. Tapi yang menjadi poin utama adalah, Indonesia betul-betul harus dipimpin oleh personal yang memang memahami akar masalah bangsa ini.

“Ekonomi kita, budaya, pendidikan dan banyak lagi. Sehingga tidak mudah memimpin RI karena berdasarkan hasil survei saja, melainkan hal-hal yang fundamental bisa menjadi implementasi berdasarkan kebutuhan real di masyarakat kita,” ungkap Rizal.

Redaksi: Apa, dan bagaimana sosok yang pantas menjadi pemimpin masa mendatang pak?

Rizal Ramli:  Pemimpin mendatang dapat mengakomodir aspirasi rakyat dengan kebijakan-kebijakan yang berdampak positif untuk kemajuan Indonesia. Sudah lama kita tak mendengar Indonesia di kancah internasional, seolah nama kita tak ada. Karena apa?, kita selalu sibuk dengan permasalahan di dalam yang sebetulnya pemerintah juga yang membuat kebijakan yang berpotensi menyulitkan pemerintah itu sendiri.

Lihat saja, kebijakan ekonomi kita yang masih menggunakan metode lama, kerap menggunakan skema peminjaman utang sebagai cara untuk memperbaiki ekonomi, juga kebijakan-kebijakan golbal yang mempengaruhi kondisi psikologis masyarakat kita.

Redaksi:  Apa sih yang menjadi kebutuhan rakyat terhadap seorang pemimpin?

Rizal Ramli:  Pada dasarnya, rakyat kita hanya menginginkan dua hal, yakni menginginkan kepastian ekonom kita lebih baik, agar kesejahteraan dapat dirasakan. Tapikan saat ini yang terjadi sebaliknya, pertumbuhan ekonomi jauh dari taget, PHK dimana-mana, masyarakat kita masih gaduh di bawah.

Kemudian yang kedua, adanya pemerataan ekonomi, perhatian pemerintah kepada daerah daerah tertinggal. Ini penting dilakukan karena jangan sampai ada daerah yang merasa cemburu dan mencoba ingin memisahkan diri dari NKRI. Saya kan berbendapat seperti halnya dalam rumah tangga, terkadang ada salah satu anak yang kesal karena merasa diperlakukan tak adil, dan ia mau keluar dari rumah tersebut.

Dan ini harus menjadi intropeksi bagi kepala rumah tangga, bagaimana bisa merangkul, memahami keinginan anak.

Redaksi:  Pak Rizal, bagaimana tanggapan anda mengenai kehadiran sosial media di tengah-tangah kehidupan masyarkat, mengingat derasnya kritikan netizen terhadap pemerintah, dan netizen terhadap pengkritik pemerintah.

Rizal Ramli:  Ini juga harus dipikirkan, karena jelas merusak peradaban kehidupan bermasyarakat, seakan pejabat publik antikritik, pemerintah menggangap ini sebuah ancaman, padahal seharusnya kritikan di sosial media itu menjadi sarana intropeksi diri agar melakukan kebijakan-kebijakan yang berpihak.

Pemimpin itu maju karena kebijakannya yang menguntungkan, mambangun negara dan membawa arah bangsa ini ke depan, bukan melalui informasi-informasi positif terus menerus yang disampaikan oleh pihak-pihak yang menggunakan sosmed seolah-olah menjaga elektabilitas dan menggiring publik pada persepsi tertentu. Dan yang perlu diingat lagi, pemeirnpin hebat karena kebijakan menguntungkan, bukan karena informasi dari sosmed.

Redaksi:  Terakhir Pak Rizal, apa tanggapan anda mengenai Presidential Threshold?

Rizal Ramli:  Sudahlah, berikan kesempatan pada seluruh partai untuk berlomba-lomba dalam kontestasi ini, dan berikan kesempatan pada seluruh generasi bangsa untuk bisa memimpin Indonesia dengan bijak, adil dan bijaksana, tentunya yang memiliki kapasitas yang mumpuni, paham berbagai hal, dan memiliki tim kabinet yang juga mengakomodir dari seluruh provinsi.

Agar mengetahui tendensi sektoral yang diajukan pada masing masing menteri kabinet, sehingga memudahkan pemerintah dalam memutuskan masalah satu persatu yang dihadapi bangsa ini. (Fel)

Komentar

News Feed