oleh

MUI Ancam Aksi Besar-besaran Tolak RUU HIP

indonesiakita.co – Majelis Ulama Indonesia (MUI) tampaknya serius menanggapi pembahasan Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Bahkan, jika RUU tersebut disahkan,  Wakil ketua umum MUI KH Muhyiddin mengatakan, akan melakukan aksi besar-besaran.

“Kami gunakan masirah kubra yang memiliki arti dalam yaitu berjuang di jalan Allah untuk mendapatkan Ridha Allah. Jangan sampai ketika malam hari orang sedang tidur, pembahasan itu disahkan, naudzubillah min dzalik, kami akan rapat dan di dalam rapat itu harus ada orang yang kuat untuk melakukan masirah kubra, kalau dulu ada 212, kita skalanya nasional dari semua provinsi,” ujarnya dalam diskusi webinar di Jakarta, hari ini.

Tak tanggung-tanggung, ia juga menyebut akan mendatangkan massa dari seluruh provinsi di Indonesia. “Kalau menghadapi penista agama kita bisa menghadirkan massa yang banyak, ini akan kita hadirkan jumlah massa besar dari seluruh provinsi.

Isy kariiman aw mut syahiidan (hidup mulia atau mati syahid), slogan ini yang akan kita pakai dari hati,” sambungnya.

Selain itu, Muhyiddin juga meminta Ormas yang siap untuk melakukan upaya konkrit jika RUU HIP benar-benar disahkan pembahasannya. Ini demi kebaikan bangsa Indonesia dan generasi mendatang. “Kalau kita ingin nahyi munkar, ulama-ulama yang melakukan nahyi munkar harus siap dikucilkan, karena itu, ada tiga hal yang dilakukan oleh kuffar,

pertama, membuat anda tidak bisa bergerak atau memenjarakan, kedua, membunuh, baik membunuh sumber pendapatan, dan ketiga, akan dikeluarkan dengan berbagai cara,” tegasnya.

Adapun menurutnya. MUI menilai pembahasan tersebut akan menghabiskan waktu yang banyak. Lebih baik waktu yang ada digunakan untuk hal-hal yang strategis.

Dalam menyampaikan maklumat agar sampai ke masyarakat, MUI meminta semua media mensosialisasikan maklumat ini. “Beban kami juga sangat berat, karena banyak pihak yang menitipkan amanah kepada kami, sementara kami bukan apa-apa, hanya khadimul ummah (pelayan umat),” sambungnya.

Kemudian, MUI juga melakukan koordinasi dengan seluruh Ormas se-Indonesia.

Hari ini, tutur dia, hampir 200 Ormas memberikan dukungan terkait pemberhentian pembahasan RUU HIP.

“Kami berharap ke depan ada video-video yang diunggah, seperti Kota Bogor sudah mengunggah video penolakan RUU HIP,” ucapnya.

“Kami tidak minta ke Wapres agar pembahasannya ditunda, tapi dihentikan.

Alhamdulillah sampai saat ini dukungan terus mengalir dan selanjutnya kami akan bertemu dengan pemerintah dalam hal ini presiden. Kita semua sudah banyak makan asam garam, kalau ada seorang pemimpin nasional menjawab tidak tahu apa-apa, itu adalah sebuah kejanggalan,”  tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed