oleh

Simpang Siur Keberangkatan Haji, Dirjen PHU Andalkan Keppres No 6/2020

indonesiakita.co – Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali menyatakan, bahwa jemaah calon haji yang tidak jadi berangkat ke Arab Saudi pada tahun ini karena pandemi virus corona (Covid-19) dipastikan tidak kehilangan tempatnya.

Informasi ini ia sampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI yang dipantau daring dari Jakarta, Kamis. ”Kalau Keppres belum dibatalkan maka porsinya tidak hilang,” ujarnya.

Nizar juga menjelaskan mengenai keberadaan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 1441 Hijriyah/2020 Masehi, dimana menurutnya, Keprres tersebut masih berlaku sehingga ada jaminan pembatalan keberangkatan jemaah tahun ini tidak membuat yang bersangkutan kehilangan porsi haji.

Hanya saja, keberangkatannya menjadi mundur untuk tahun depan, dan juga berlaku mundur satu tahun bagi jemaah setahun setelah itu dan seterusnya.

Ia menambahkan, bahwa jemaah yang tidak menarik setoran awal haji akan tetap memiliki porsi berangkat haji. Dengan kata lain, jamaah tidak kehilangan porsi jika hanya menarik setoran pelunasan haji.

Menurut dia, pembatalan pengiriman haji melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) juga tidak menyalahi aturan. “Keppres hanya menentukan dasar pembiayaan BPIH dan Bipih. Sementara menteri ada kewenangan dia untuk pembatalan,” tutup Nizar. (Waw)

Komentar

News Feed