oleh

Mabes Polri Stop Kasus Soal Becandaan Gusdur, Takut Kualat??

indonesiakita.co – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setiyono meminta kepada Polres Kepulauan Sula, Maluku Utara, untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap suatu candaan yang dilakukan warganya.

“Saya sampaikan ke Polda Malut, terutama Polres Kepulauan Sula, coba jangan terlalu reaktif dalam menyikapi sesuatu. Jangan mencederai sesuatu yang hanya candaan saja langsung ditanggapi dengan serius,” kata Brigjen Awi, kemarin.

Hal ini menyusul adanya dugaan pencemaran nama baik Polri melalui media sosial Facebook yang dilakukan oleh pemilik akun FB berinisial IA. yang membagikan konten berupa lelucon dari Gus Dur di media sosial.

IA jelas Awi telah menjelaskan bahwa candaan itu tidak dimaksudkan untuk menghina institusi atau pihak lain.

 

“Konfirmasi ke kabid Humas apa yang terjadi, memang ada anggota Polres Kepsul yang lihat di FB (Facebook), ada seseorang mengunggah terkait dengan candaannya Gus Dur. Dari hasil wawancara, dia (terlapor) tidak bermaksud menghina institusi atau siapa pun terkait dengan candaan itu,” tambahnya.

Polres Kepulauan Sula juga diharapkan tidak memaksakan pengenaan unsur pidana dalam kejadian ini. “Kalau memang tidak ada unsur pidananya, jangan dipaksakan,” sambungnya.

Ia pun memastikan bahwa pemanggilan terhadap warga Kepulauan Sula tersebut hanya untuk wawancara saja. “Cuma sempat dipanggil untuk diwawancarai saja,” katanya.

Diketahui, sebelumnya, seorang warga berinsial IA diamankan Polres Kepsul pada Jumat 12 Juni 2020 lalu dengan perkara dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial Facebook karena telah membuat status dengan tulisan “Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur dan Jenderal Hoegeng (Gus Dur)”.

Polres Kepulauan Sula (Kepsul) telah menghentikan penyelidikan kasus tersebut karena IA telah meminta maaf secara terbuka melalui konferensi pers di Polres Kepsul. (Waw)

Komentar

News Feed