oleh

Warga Manado Tolak Rapid Test

indonesiakita.co – Sejumlah warga di Manado menolak untuk mengikuti rapid test. Bahkan, warga setempat juga mengambil paksa jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 di RS Pancaran Kasih Manado.

“Kami menolak untuk menjalani rapid test, karena kami semua sehat-sehat,” ungkap salah satu warga di Kelurahan Ternate Baru, Kecamatan Singkil, Kota Manado.

Selain itu, mereka membawa spanduk yang bertuliskan penolakan rapid test juga terpampang di beberapa tempat di sekitar kelurahan tersebut. Selain di Kelurahan Ternate Baru, penolakan juga terjadi di Kelurahan Ketang Baru.

Sementara itu, Jubir Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut, Steaven Dandel mengatakan, kondisi itu menjadi perhatian. Selain itu, pihaknya akan mengambil tindakan tegas.

“Ada kolaborasi yang harus diperkuat menyikapi penolakan dari sebagian masyarakat di Ketang Baru,” tegasnya.

Ia menjelaskan, bahwa tidak semua masyarakat di sana menolak, karena ada sebagian yang sudah menjalani rapid test. Selain itu, juga perlu pendekatan secara persuasif.

“Sebelum ada tindakan hukum bila ternyata masih saja tetap ada masyarakat yang menolak,” sambungnya.

Adapun jubir Gugus Tugas Covid-19 Kota Manado drg Sanil Marentek mengatakan rapid test sudah mulai dilakukan, dan diimbau kepada warga agar bisa menjalani rapid test tersebut. “Dimohon dengan kesadaran sendiri, tidak perlu dicari untuk melakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, di masjid Kelurahan Ternate Baru telah disediakan pos pemeriksaan kesehatan, untuk itu gugus tugas mempersilakan masyarakat di kedua kelurahan tersebut untuk memeriksakan diri di pos tersebut. “Ayolah, bantu kami memutus rantai Covid-19 dengan melakukan protap kesehatan karena kita sudah cukup bosan berada di rumah,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed