oleh

Mendikbud Rilis Jadwal Resmi Sekolah

indonesiakita.co – Jadwal tahun ajaran baru sekolah yang bakal dimulai pada Juli 2020 mendatang telah dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Namun tentunya ada kategori wilayah tertentu yang masih menggunakan program belajar tatap muka.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, menjelaskan, bahwa saat ini ada 6 persen populasi peserta didik di Indonesia yang berada di zona hijau.

Sedangkan sisanya, yakni 94 persen berada di zona merah hingga kuning.

“Kita telah mengambil keputusan untuk daerah kuning, oranye, dan merah dilarang melakukan pembelajaran tatap muka,” ujarnya dikutip dari channel YouTube Kemendikbud RI.

Ia menjelaskan, pihaknya tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan murid, guru dan berserta keluarga. “Pembukaan sekolah ini dilakukan dengan cara paling konservatif yang bisa kita lakukan. Artinya ini merupakan cara terpelan untuk membuka sekolah, sehingga kemanan bisa diprioritaskan,” jelas Nadiem.

Adapun dengan diterapkannya pembelajaran di rumah ada sejumlah hal yang dikorbankan, termasuk kualitas pembelajaran itu sendiri. Kemudian, sejumlah kriteria yang memperbolehkan sekolah yang berada di zona hijau untuk kembali membuka pembelajaran tatap muka.

Diketahui, sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi, yakni:

1. Kota atau kabupaten berada di zona hijau

2. Pemerintah daerah wajib memberikan izin.

3. Satuan pendidikan atau sekolah wajib memenuhi semua daftar periksa dan telah siap untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

4. Orangtua atau wali dari peserta didik setuju dengan pembelajaran tatap muka.

Nadiem menegaskan, keempat syarat tersebut wajib untuk dipenuhi sebelum sekolah kembali melakukan pembelajaran tatap muka.

“Tetapi sekolah tidak bisa memaksa murid yang orangtuanya tidak memperkenanan karena masih belum cukup merasa aman ke sekolah. Murid ini diperbolehkan belajar dari rumah.”

“Kita punya banyak sekali level persetujuan untuk anak bisa masuk sekolah,” ungkap Nadiem.

Ada pula dibukanya kembali sekolah di zona hijau juga dilakukan secara bertahap, yakni:

1. Bulan I/Tahapan I yang diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka mulai tingkat SMA, SMK, MA, MAK, SMTK, SMAK, Paket C, SMP, Mts, dan Pakjet B

2. Bulan III/ Tahapan II yang diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka mulai tingkat SD, MI, Paket A dan SLB.

1. Bulan V/Tahapan III yang diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka mulai tingkat PAUD formal (TK, RA, TKLB) dan non formal.

Di tahapan ini Nadiem memberikan catatan jika zona hijau tersebut meningkat risiko penyebaran corona, maka sekolah itu wajib ditutup kembali.

“Ini adalah cara paling pelan dan bertahap memastikan keamanan murid-murid kami,” kata dia.

Adapun Kemendikbud juga telah mempersiapkan dua jadwal masuk sekolah yang berbeda.

Pertama jadwal pada masa transisi (dua bulan pertama) dan kedua masa kebiasaan baru, yakni:

Pertama jadwal pada masa transisi:

• SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs: paling cepat Juli 2020.

• SD, MI, dan SLB: paling cepat September 2020.

• PAUD: paling cepat November 2020.

Masa kebiasaan baru:

• SMA, SMK, MA, MAK, SMP, MTs: paling cepat September 2020.

• SD, MI, dan SLB: paling cepat November 2020.

• PAUD: paling cepat Januari 2021. (Waw)

Komentar

News Feed