oleh

Kasus Novel, New KPK: Tuntutan JPU Kepada Terdakwa Membuat Kita ‘Dibutakan’ Oleh Hukum!

indonesiakita.co – Tuntutan jaksa berupa  1 tahun penjara, kepada dua terdakwa kasus penyiraman air keras yang dialami Novel pada 11 April 2017 masih menyita perhatian publik. Adapun keduanya dinilai melanggar Pasal 353 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Minggu, (14/6) sejumlah tokoh dan aktivis mendatangi rumah Novel Baswedan di Jalan Deposito T8, RT 03/10, Kelapa Gading, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, untuk memberikan dukungan atas apa yang menimpanya, terutama hasil mengenai tuntutan jaksa terhadap pelaku.

Sebut saja, mantan Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu, pakar politik Rocky Gerung, kemudiak ada Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule serta aktivis ProDEM Adamsyah Wahab atau yang akrab disapa Don Adam.

Selain itu, ada pula mantan Jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid alias Gusdur, Adhie Massardi, serta pakar hukum tata negara, Refly Harun. Dalam kesempatan tersebut, Novel menceritakan kekecewaannya terhadap putusan jaksa terhadap kedua pelaku.

“Tadi Siang sampai Sore,saya dan teman-teman aktivis yg tergabung dalam New KPK (Kawanan Pencari Keadilan)mendatangi rumah Mas Novel Baswedan.

Marah,sedih dan Iba melihat langsung kondisi mata beliau. Sedih mendengar keluh tentang tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Beliau memperjuangkan keadilan selama beberapa tahun ini,” sebut salah satu tokoh yang hadir melalui pesan WhatsApp yang diterima redaksi, tadi malam.

Ia menyatakan, bahwa salah satu mata Novel tak lagi dapat melihat seperti sediakala. “Mata Novel sudah rusak-buta. Dan itu tidak bisa kembali. Tuntutan JPU satu tahun kepada Terdakwa membuat kita di “butakan” oleh dagelan hukum ini,” jelas pesan tersebut.

Bahkan, keadilan untuk Novel dinilai telah hilang. “Keadilan untuk Novel sepertinya sudah hampir hilang/ atau sudah hilang.  Sekarang Novel tidak bisa melihat,tapi hanya bisa merasakan. Merasakan keadilan untuknya hilang.

Karena itu dia mengajak kita semua yang masih bisa melihat dan bisa merasa untuk sama-sama mencari keadilan yang hilang it,” tutup pesan tersebut. (Fel)

Komentar

News Feed