oleh

Adu Data FKM UI dengan Tim Gugus Tugas Covid-19, Siapa Meleset!

indonesiakita.co – Anggota tim gugus tugas penanganan  covid 19 Dewi Nur Aisyah mengatakan bahwa tidak ada unsur kebohongan dari data yang tiap hari diumumkan jubir penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. Hal ini menyusul adanya tudingan data yang dimiliki tersebut tidak valid.

Sebelumnya diketahui, ahli epidemiologi FKM UI Pandu Riono menyatakan bahwa pengumuman kasus covid-19 yang disampaikan oleh pemerintah setiap hari tidak sesuai dengan ilmu wabah atau epidemiologi.

“Jadi memang…menurut saya terlalu jauh kalau dibilang kebohongan terhadap apa yang disampaikan Pak Yuri adalah data kasus positif yang sudah selesai diverifikasi oleh tim surveillance Kementerian Kesehatan.

Saat ini memang sistem pencatatan pelaporan hasil pemeriksaan laboratorium melalui sistem new all record Kementerian Kesehatan sudah diimprove,” ujarnya, kemarin.

Kendati menurutnya, pelaporan kasus dari seluruh daerah belum real time.

“Dan sekarang diusahakan untuk menuju real-time,” sambung Dewi.

Ia juga memaparkan alasan lain yang menjadi pemicu pelaporan kasus corona di daerah belum sempurna. “Di luar itu, kondisi geografis Indonesia juga terkadang menyebabkan delay pemeriksaan untuk beberapa daerah. Saya tidak sedang berbicara mengenai kesempurnaan. Namun yang saya ketahui kita semua terus belajar untuk melakukan perubahan dan perbaikan,” ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, ahli epidemiologi FKM UI Pandu Riyono mengatakan bahwa apa yang diumumkan soal kasus corona tiap sore bukanlah kasus yang terjadi 24 jam sebelumnya, dan hanya pengumuman hasil lab terkonfirmasi.

“Setiap hari kita disuguhi dengan angka laporan kasus COVID-19. Kita menikmati angka tersebut mempercayai sebagai angka kasus yang terjadi hari itu. Padahal itu hanya pengumuman hasil pemeriksaan lab PCR yang terkonfirmasi, tanpa kejelasan kapan sesungguhnya kasus tersebut,” jelas Pandu.

Ia berharap, pemerintah seharusnya bisa membuka secara terbuka atas kasus yang diumumkan merupakan kapan penemuan kasus positif tersebut. “Harusnya emang dibuka, agar semua pihak tau,” tukasnya. (Waw)

Komentar

News Feed