oleh

Anies Minta Jangan Sebut Lagi DKI Jakarta Sebagai Zona Merah

indonesiakita.co – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan, saat ini hampir semua daerah memiliki tingkat penyebaran Covid-19 yang sama. Itu artinya, DKI Jakarta tak lagi relevan jika disebut sebagai lokasi berkategori zona merah.

“Penyebutan wilayah ke dalam zona-zona ini hanya menimbulkan euforia sehingga ada saja warga yang merasa aman karena menganggap dirinya berasal dari zona aman,” tegasnya, kemarin di Jakarta.

Adapun dalam masa transisi ini, masyarakat diharapkan tetap memathui protokol kesehatan. Pasalnya, dari hari ke hari kasus positif Covid-19 masih naik-turun. Ia juga berharap agar penderita harus melakukan isolasi mandiri saat sebagian besar wilayah Jakarta memasuki masa transisi.

“Jadi kasus-kasus itu dikendalikan. Jadi saya mengimbau kepada semua, di manapun anda berada, tetaplah waspada, tetaplah ikuti protokol kesehatan,” terang Anies.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta juga menyampaikan terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 120 kasus pada 13 Juni 2020.

Dimana saat ini, jumlah kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta sudah mencapai 8.748 kasus hingga hari ini. Dari jumlah tersebut, 3.840 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 564 orang meninggal dunia. “Sampai dengan hari ini kami laporkan, 1.418 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.926 orang melakukan self isolation di rumah,” tegas Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati.

Sementara, untuk orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 19.863 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 13.339 orang. (Waw)

Komentar

News Feed