oleh

Wali Kota Semarang Akui 10 Pejabat Strukturan Pemkot Terdeteksi Tanpa Gejala

indonesiakita.co – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, sejumlah ASN Pemkot setempat terpaksa harus melakukan karantina mandiri. Mengingat, pasar, dan swalayan, Pemkot Semarang menjadi klaster baru penularan covid-19.

“20 ASN Pemkot Semarang di antaranya, 10 pejabat struktural karantina mandiri di rumah, dan 10 staf karantina rumah dinas Wali Kota. Mereka semua kategori orang tanpa gejala (OTG) dan kondisinya sehat,” ujarnya, kemarin.

Ia mengatakan, bahwa tes swab di wilayah Pemkot Semarang ini menjadi target penanganan untuk mendeteksi penderita sebelum sakit. Dengan upaya tersebut, meyakini penderita Covid-19 lebih memiliki peluang besar untuk sembuh.

“Jadi upaya ini dilakukan agar Covid-19 tidak terdeteksi saat kondisi yang bersangkutan sudah kritis. Sebagian besar, pasien yang meninggal teridentifikasi-nya saat sudah sulit bernafas, harus pakai ventilator, sehingga sebagian tidak tertolong,” jelasnya.

Adapun berdasarkan dugaan awal, para ASN Pemkot Semarang yang positif ini akibat tertular covid-19 saat bertugas pelayanan publik yang harus berinteraksi dengan banyak orang.

“Kita sedang analisa, tracking keluarganya, mereka semua kondisi sehat. Kita duga penularannya dari pekerjaan pelayanan publik. Karena ada beberapa yang juga bertugas di bidang penindakan Satpol PP,” jelas Hendrar Prihadi.

Ia menambahkan, akta yang memperkuat dugaan 20 ASN Pemkot Semarang menjadi positif Covid-19 karena tertular virus saat pelayanan publik. Selama pandemi, jajarannya tidak ada yang melakukan kegiatan atau dinas ke luar kota.

“Jadi ada kemungkinan tertular saat melakukan pelayanan publik. Tapi, ada juga yang tertular dari rekan yang satu ruangan. Dan kami juga mengintruksikan kepada jajarannya untuk tidak bepergian ke luar kota,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed