oleh

DPR Minta Kedubes RI di Saudi Jelaskan Soal 20 Persen Jemaah Haji Boleh Berangkat

indonesiakita.co – Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menanggapi adanya informasu terkait dibolehkannya 20 persen calon jemaah haji reguler untuk beribadah ke tanah suci. Ia mendesak agar Kedutaan Besar RI di Saudi memberikan penjelasan atas hal tersebut.

Sebelumnya, tersebar kabar bahwa otoritas Arab Saudi mempertimbangkan tetap dibukanya pelaksanaan haji tahun 2020, tetapi hanya untuk 20 persen calon jemaah haji reguler.

“Kami meminta dubes Arab Saudi di Indonesia maupun dubes kita di Arab Saudi, itu memastikan informasi yang valid, yang bisa dipertangungjawabkan. Kalau ada keputusan dari kerajaan Arab Saudi, ada peluang untuk memberangkatkan tentu kita respons secara positif,” tegasnya.

Menurutnya, kalaupun akhirnya Arab Saudi memutuskan pelaksanaan haji tahun ini ternyata batal, maka keputusan pemerintah membatalkan keberangkatan calon jemaah haji yang telah diputuskan sudah benar.

“Nah, kalau ada semacam kuota 20 persen atau 10 persen, kalau menurut hemat saya itu harus tetap dimanfaatkan. Diberikan kesempatan anak bangsa yang punya badan sehat, punya kemampuan ekonomi,ā€¯lanjutnya.

Namun untuk calon jemaah haji reguler, Yandri berpendapat tetap tidak mungkin untuk diberangkatkan sebahagian. Sebab, jemaah Indonesia berbentuk kloter dan jumlahnya sangat besar sehingga memerlukan berbagai persiapan di tanah air maupun di Arab saudi.

“Tetapi kalau ada tawaran dari Saudi 20 persen, kan ada jamaah haji khusus. Kalau ada kesempatan ke tanah suci harus diambil. Sedangkan reguler waktu sudah tidak mungkin. Persiapannya panjang,” pungkasnya. (Waw)

Komentar

News Feed