oleh

Rizal Ramli: Berlindung Itu Pada Tuhan, Bukan Buzzer!

indonesiakita.co – Tokoh nasional Rizal Ramli mendapat pertanyaan keras dari netizen mengenai sepak buzzer di sosial media yang kerap melakukan kebohongan publik. Bahkan, netizen dari akun @Omarben17046081 meminta Rizal agar tidak meladeni akun2 fiktif yang biasa disebut akun robot tersebut.

“Bagaimanapun teknis yg bpk yakin cocok buat membungkam dan memusnahkan BuzzerRp,,km siap mendukung bp RR,” jelas akun tersebut.

Menariknya, Rizal memang kerap membalas cuitan ataupun balasan dari para pengikutnya (follower). Rizal menyatakan, bahwa jika ada akun-akun tersebut muncul, diharapkan agar segera di blok. “Jika buzzerRP nongol, tolong mute dan blocked mereka secepatnya. Kalau perlu, ambil screenshotnya sebagai bukti & gunakan untuk counter ! Jangan sekali2 meneruskan link tweets-nya krn akan beternak, hancurkan sampah2 demokrasi,” tegas Rizal dalam balasan tersebut.

Bahkan dengan tegas, Rizal menyebut, bahwa kekuatan saat ini merupakan kekuatan digital yang sebenarnya rapuh dan mudah dipatahkan. “Kekuatan status-quo ini hanya digital, pencitraan & BuzzerRp & Influenser2 nora dgn argumen2 miskin kosa-kata, bodoh tapi vulgar.

“Tidak ada dukungan ril, seperti yg dimiliki Soekarno, Soeharto & Gus Dur,  karenanya sangat kropos ! Tapi ndak tahu diri, berani2nya lupakan rakyat!,” jelasnya.

Selain itu, Rizal juga mengingatkan kepada para pengguna buzzer agar segera meninggalkan kebiasaan buruk dengan menggunakan cara untuk membohongi publik demi memberikan fakta yang tidak sesuai. “Intinya, kita itu harus berlindung pada Tuhan, bukan buzzer, saya bingung ya.. kok bisa ada orang berlindung pada buzzer. Gusdur itu pernah mengingatkan saya kita harus berserah diri, berlindung pada Allah, tanpa ada seorang pun di dunia ini, kecuali Allah SWT,” jelas Rizal singkat, saat dihubungi melalui telepon selulernya, pagi ini.

Sebagai informasi, pemerintah Indonesia sejal era presiden Jokowi memang bermunculan influencer dan buzzer yang dipasang untuk membentuk sebuah opini.

Buzzer Jokowi Bicarakan Reshuffle?

Bahkan, seorang buzzer pendukung Presiden Jokowi, Dede Budhyarto. Lewat twitternya  membagikan kabar bahwa menteri-menteri yang bekerja di bawah harapan akan segera diganti.

Menariknya, bagaimana ia mengetahui kabar sepenting itu?. Dia mengaku mendengar isu reshuffle langsung dari mulut Jokowi sendiri. Dede memang dikenal merupakan salah satu dari beberapa influencer dan buzzer yang diundang Jokowi ke Istana Bogor pekan lalu.

Pengen cerita hasil pertemuan dengan Presiden @jokowi, Eh pulang dari Istana Bogor malah sakit. Intinya bakal ada resafel tunggu saja yah. Menteri yang kinerjanya ndak bagus klen bakalan dicukupkan,” tulis Dede.

Jokowi memang dikenal ramah dengan buzzer. Setidaknya sejak maju Pilgub DKI Jakarta, 2012. Selain itu, Jokowi diketahui kerap mengundang relawan, influencer, atau buzzer ke Istana Kepresidenan. Terbaru, mengundang mereka ke Istana Bogor, Jawa Barat pada Selasa,18 Februari 2020.

Jokowi Siram Rp 72 M untuk Influencer

Sebelumnya diketahui. pemerintah berencana mengucurkan dana Rp72 miliar  dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)  2020 untuk influencer. Dana itu merupakan bagian dari insentif yang diberikan pemerintah untuk sektor pariwisata demi menangkal dampak ‘infeksi’ virus corona terhadap ekonomi domestik.

Diketahui. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dana itu akan digelontorkan Maret 2020. Selain untuk influencer, demi meredam dampak virus corona pemerintah juga menganggarkan dana Rp103 miliar untuk promosi dan kegiatan pariwisata sebesar Rp25 miliar.

Kemudian, pemerintah juga mengalokasikan dana sebesar Rp98,5 miliar untuk maskapai dan biro perjalanan. Dengan demikian, pemerintah menganggarkan dana tambahan khusus untuk sektor pariwisata tahun ini sebesar Rp298 miliar.

“Ini ada alokasi tambahan sebesar Rp298 miliar terdiri dari maskapai, biro perjalanan ada diskon khusus sehingga ada insentif Rp98,5 miliar. Kemudian promosi, kegiatan pariwisata, dan influencer,” papar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (25/2) lalu. (Fel)

Komentar

News Feed