oleh

Diskusi di UGM, DPR: Tangkap Pelaku Teror!

indonesiakita.co – Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman menanggapi adanya teror atas diskusi yang digelar di Fakultas Hukum UGM beberapa waktu lalu. Untuk itu, ia mendesak agar pihak yang diteror segera melapor kepada pihak kepolisian.

“Saya berharap kasus tersebut diusut tuntas. Kami sarankan yang mendapat teror segera membuat laporan polisi ke Polda DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) agar pelaku tidak keburu menghilangkan bukti,” tegasnya, hari ini.

Menurutnya, selama kasus ini diusut, masyarakat jangan berspekulasi siapa pelakunya. Sebab hal itu bisa menimbulkan fitnah. “Siapapun pelakunya harus dihukum sesuai dengan ketentuan UU yang berlaku. Kita tidak boleh memberi ruang gerak kepada mereka yang anti demokrasi,” jelasnya.

Habiburokhman juga menduga ada pihak ketiga yang ingin memecah belah. “Terlalu jauh bahas motif, bisa jadi ada pihak ketiga yang mau Indonesia kacau. makanya kita minta tangkap dulu pelakunya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Constitutional Law Society (CLS) atau Komunitas Hukum Tata Negara Fakultas Hukum UGM menggelar diskusi bertajuk ‘Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan’. Tema diskusi tersebut sempat memancing polemik dan menjadi viral di medsos.

Dimana diskusi virtual tersebut rencananya akan digelar Jumat (29/5). Namun karena menuai kontroversi akhirnya diskusi itu urung diselenggarakan. Paska menjadi kontroversi, diskusi tersebut justru berbuah teror pada pembicara maupun penyelenggaranya.

Dekan FH UGM, Sigit Riyanto menyebut penyelenggara diskusi sempat mengalami teror. Teror ini mulai bermunculan pada Kamis (28/5) malam lalu. (Waw)

Komentar

News Feed