oleh

Satu Lagi, Ada yang Tak Yakin dengan Penerapan New Normal Ala Jokowi

indonesiakita.co – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PGK) Bursah Zarnubi meminta agar pemerintah berhati-hati dengan langkah yang diambil terkait pandemi corona. Karena menurutnya, virus asal Wuhan, China itu sampai saat ini masih belum berakhir.

“Kita harus memetik pelajaran dari Korsel. Tentu kita mesti hati-hati karena covid-19 belum berhenti betul. Itu artinya covid-19 kemungkinan akan muncul kembali,” ujarnya, saat memberikan pengantar dalam webinar halalbihalal Millenials Talk bertajuk Catatan Kaum Muda untuk New Normal, kemarin.

Selain itu, menurutnya, new normal merupakan paradigma baru tentang bagaimana masyarakat belajar hidup nyaman dalam suatu sistem sosial masyarakat selama pandemi covid-19 tidak sirna di Indonesia.

“Karena itu, kehidupan juga tidak boleh berhenti. Semua aktivitas ekonomi, bernegara, dan lain-lain  harus berjalan dan kita harus selamat dari ancaman covid ini. Artinya perlu ada pengendalian, perlu ada protokol-protokol kesehatan dan lainnya yang bisa mengurangi serbuan covid-19 ini,” jelasnya.

Terkait kebijakan new normal, ia mendesak agar pemerintah menyiapkan protokol kesehatan dan fasilitas rumah sakit di seluruh Indonesia, terutama di daerah yang menjadi sentrum perkembangan penyebaran covid-19, harus dipersiapkan. “Kalau tidak, kita akan menghadapi bencana yang bisa lebih besar kalau kita tidak siap,”

Ia juga meminta kaum milenial membangun rasa optimisme dalam penerapan tatanan new normal. “Jadi pada new normal atau kenormalan baru ini kita harus kuat. Jangan lupa juga mengkritik pemerintah karena kritik ini penting untuk membuat kebijakan berkualitas,”tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed