oleh

Polisi Perketat ‘Jalur Tikus’ untuk Masuk Jateng

indonesiakita.co – Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi memastikan pihaknya telah meminta pengendara untuk memutar balik, baik dari arah luar Jateng, maupun dari dalam wilaya tersebut. Langkah ini dilakukan dalam Operasi Ketupat Candi 2020 diperpanjang selama tujuh hari ke depan untuk menimalisir penyebaran Covid-19.

Setidaknya, ada 8.700 kendaraan yang diminta putar balik. “Dari 8.700 kendaraan yang diputar balik diantaranya 5.400 kendaraan arus balik diputar balik dari luar Jateng. Sedangkan H+7 kita telah memutar arus balik sebanyak 3.400,ā€¯ujarnya, kemarin, di Pos Pengamanan (PosPam) di Jalan Tol Kalikangkung, Sabtu (30/5).

Ia mengatakan, bahwa rata-rata yang kendaraan yang diputar balikkan melintas di Pos pengamanan di 13 pintu masuk wilayah Jawa Tengah. Bahkan sampai saat ini arus balik terlihat lengang.

“Artinya apa bahwa masyarakat hasil evaluasi kita masyarakat sudah mulai sadar bahwa pemberlakukan mudik dan balik kita berlakukan Ketat khususnya jajaran Polda Jawa Tengah,” sebut Kuthfi.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan filterisasi di lima jalur di Jawa Tengah. Lima jalur tersebut di antaranya jalur Pantura, Tengah, Selatan, jalur Arteri, dan Jalur Tol.

“Kita sudah menggelar seluruh pos penyekatan. Artinya, manakala lima jalur ini sudah kita lakukan penyekatan dan mereka lewat jalur arteri itu mereka juga sudah disekat oleh anggota di pos pos kecil yang menjadi pos pantau,” tegasnya.

Kemudian menurutnya, petugas yang bertugas dilapangan melakukan penyekatan dan pengawasan juga berhasil menggagalkan kendaraan dari berbagi modus untuk menerobos masuk ke wilayah Jawa Tengah. Selain itu, tugas yang dijalankan juga dilakukan dengan humanis.

“Modus penggantian plat nomer tidak ada. Anggota tiap hari update adanya temuan kendaraan lintas daerah. Jadi yang dilakukan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (Waw)

Komentar

News Feed