oleh

Habib Rizieq Shihab Center Bandingkan Nasib Masjid dan Mall Soal New Normal

indonesiakita.co – Pola hidup baru atau new normal yang disebut oleh residen Jokowi mendapat kritikan. Pasalnya apa yang disampaikan mantan Gubernur DKI itu tidak sesuai dengan kebijakan yang diterapkan pemerintah.

Misalnya saja, membuka mal, tanpa berbicara soal memulai kembali aktivitas tempat ibadah. “Di sisi lain, pelarangan ibadah di masjid tetap diberlakukan dengan alasan terjadinya kerumunan orang,” ujar Direktur Habib Rizieq Shihab Center Abdul Chair Ramadhan, kemarin.

Selain itu menurutnya, terdapat ketidakadilan ketika pemerintah era Jokowi membuka mal, tanpa berbicara memulai aktivitas tempat ibadah saat mewacanakan new normal.

Sebab, kata dia, kerumunan orang bakal tercipta ketika mal dibuka. Hal itu tentu berpotensi menularkan coronavirus disease 2019 (Covid-19).

“Bukankah mal adalah juga tempat berkerumunnya orang? Hal ini tentu sebagai bentuk ketidakadilan. Sebab, diberlakukan secara parsial,” tambah Abdul.

Adapun dengan adanya kebijakan new normal yang ditandai narasi membuka mal, terkesan mengabaikan angka penularan virus Covid-19 yang tinggi.

“Data tersebut memperlihatkan bahwa ancaman virus masih terus mencekam dan belum terjadi penurunan signifikan. Tidak dapat dipungkiri alasan guna kepentingan menggerakkan kembali perekonomian memang dapat dimaklumi. Namun, pertimbangan keselamatan jiwa masyarakat harus didahulukan,” tutupnya.

Sebagai informasi, dimana data secara nasional per tanggal 25 Mei 2020, menunjukan sebanyak 22.750 kasus positif. Sebanyak 1.391 orang telah meninggal dunia, sedangkan 5.642 orang lainnya sembuh.

Sementara itu, di DKI Jakarta, data per tanggal 25 Mei 2020, menyebutkan total Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 27.281 orang.

Kemudian, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 8.987 orang. Sebanyak 6.628 orang dinyatakan positif. Dari angka itu, sebanyak 2.044 di antaranya masih dirawat atau 31 persen. Sisanya menjalani isolasi mandiri sebanyak 2.430 orang atau 37 persen.

Kemudian, jumlah yang sembuh sebanyak 1.648 orang atau 25 persen. Selanjutnya, sebanyak 506 orang atau tujuh persen meninggal dunia. (Waw)

Komentar

News Feed