oleh

Adhie Massardi dan Iwan Sumule Terbitkan Maklumat Demokrasi!

indonesiakita.co – Koordinator Gerakan Indonesia Bersih Adhie M. Massardie dan Ketua Majelis ProDemokrasi Iwan Sumule menerbitkan ‘maklumat demokrasi’. Adapun dalam maklumat tersebut tersebar di sosial media hari ini.

Sedikitnya terdapat lima poin yang mereka sampaikan kepada rakyat Indonesia yang menyoroti kondisi negara yang sarat dengan arogansi kekuasaan dan ketidakadilan.

Berikut Maklumat Demokrasi tersebut;

“Indonesia Melawan Arogansi Kekuasaan dan Ketidakadilan”

Negeri ini dibangun dari tulang-belulang para syuhada pejuang Revolusi Kemerdekaan Republik Indonesia. Direkat dengan darah, keringat dan airmata anak-anak bangsa.

Demi rakyat berdaulat atas negara. Demi melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Agar amanat Konstitusi UUD 1945 ini berjalan sesuai cita-cita kemerdekaan, apabila terjadi penyimpangan dalam pemerintahan, maka rakyat memiliki hak untuk berkumpul dan menyatakan pendapat. Melakukan koreksi.

Baik secara langsung, melaui wakil-wakilnya di Parlemen maupun oleh tokoh-tokoh masyarakat, intelektual, serta para ulama.

Akan tetapi hingga 75 tahun Indonesia merdeka, 22 tahun reformasi, dan dua dasawarsa pemilu diselenggarakan secara langsung, bebas dan rahasia, pemerintahan tak kunjung menjalankan amanat Konstitusi, sementara hak rakyat untuk menyatakan pendapat tidak kunjung mendapat tempat yang semestinya.

Bahkan dalam satu dekade tahun terakhir demokrasi benar-benar berjalan tanpa ruh kerakyatan. Lembaga Eksekutif (Kepresidenan) dan badan Legislatif telah kehilangan fungsinya sebagai penyelenggara negara yang amanah.

Ini terjadi karena eksekutif (bupati, walikota, gubernur, presiden) serta anggota badan legislatif dipilih oleh partai politik, yang sebagian (sangat) besar dibiayai atau dipengaruhi oleh (oligarki) kapitalis swasta (taipan) yang, untuk semua tujuan praktis mereka, memisahkan eksekutif dan legislatif dari pemilihnya.

Celakanya, ketika para penyelenggara negara abai terhadap kewajiban konstitusionalnya, dan korupsi bersimaharajalela nyaris tanpa bisa disentuh lagi, ruang publik bagi rakyat untuk menyatakan pendapat kian mampat.

Sudah terlalu banyak contoh betapa mereka yang berani menyatakan pendapat, bersikap kritis, dipolisikan, diadili, dipenjarakan. Paling baru menimpa jurnalis senior yang independen saudara Farid Gaban, yang diancam dipolisikan hanya karena mengungkapkan ketidakbenaran dalam penyelenggaraan negara di sebuan institusi pemerintahan (Kementerian Koperasi dan UKM).

Arogansi kekuasaan dan ketidakadilan ini harus segera dihentikan. Bangsa ini harus segera dibangunkan dari tidur panjangnya. Perlu pemerintahan yang tanggap terhadap penderitaan rakyatnya.

Apalagi di tengah bayang-bayang pandemi virusCorona yang tidak diketahui kapan akan berhenti, pemerintahan yang amanah, transparan, jujur dan menjunjung tinggi nilai-nilai

demokrasi dalam bingkai Pancasia menjadi mutlak.

Untuk membangunkan bangsa ini dari tidur panjang, dan bangkitnya pemerintahan yang perduli pada nasib bangsanya, lakukan hal sebagai berikut:

1. Buat poster sederhana (di atas kertas HVS ditulis dengan spidol).

2. Isi poster apa yang paling ingin Anda sampaikan (ditawarkan: “Rakyat Melawan Arogansi Kekuasaan dan Ketidakadilan).

3. Rentangkan poster di dada, lalu difoto dengan (usahakan) latarbelakang nama kabupaten/kota (atau bangunan yang menjadi ikon di daerah Anda) masing-masing.

4. Unggah (upload) foto tersebut di akun medsos Anda dan kirim (mansion) ke akun Ketua Majelis ProDemokrasi @IwanSumule.

5. Lebih lengkap jika diunggah di tweeter disertai tagar

#TemanFaridGaban

#LawanArogansiKekuasaan

 

Demikianlah maklumat ini disampaikan. Selamat berjuang menegakkan demokrasi.

 

Jakarta, 26 Mei 2020

 

Iwan Sumule (Ketua Majelis ProDemokrasi )

Adhie M Massardi  (Koordinator Gerakan Indonesia Bersih)

Komentar

News Feed