oleh

Polisi Sebut Pemenang Lelang Motor Listrik Jokowi Ketakutan!

indonesiakita.co – Pemenang lelang amal motor Listrik bertanda tangan Presiden Jokowi senilai Rp2,5 Miliar yaknu M. Nuh terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian. Pasalnya, ia tak membayar uang tersebut.

Sebagaimana diketahui, acara lelang motor listrik bertandan tangan Presiden Jokowi itu berlangsung di sela-sela acara Berbagi Kasih Bersama Bimbo yang disiarkan serentak di beberapa stasiun televisi pada Minggu 17 Maret.

Adapun penawaran lelang mencapai angka puncak Rp2,5 miliar yang dimenangkan peserta dari Jambi bernama M Nuh. Simak proses lelang motor itu dari cuplikan video akun Youtube DAAI TV Indonesia di atas.

Setelah ditunggu-tunggu, rupanya panitia tidak menerima transfer dana dari seorang yang mengaku bernama M Nuh tersebut.

Belakangan, akhirnya diketahui bahwa M Nuh ternyata mengira justru akan mendapatkan dana Rp2,5 miliar dari hasil lelang itu. Karena ia hanya merupakan buruh bangunan. Akhirnya, panitia lelang pada konser amal Berbagi Kasih Bersama Bimbo harus gigit jari. Mereka harus menerima kenyataan pahit untuk tidak mendapatkan donasi Rp2,5 miliar dari M Nuh.

Atas masalah itu, M Nuh akhirnya diperiksa Polsek Pasar Kota Jambi. Atas kasus ini, Kapolda Jambi Irjen Firman Shantyabudi mengatakan M Nuh (46), pemenang acara lelang sepeda motor listrik yang ditandatangani presiden Jokowi senilai Rp2,5 miliar untuk acara menyumbang dana bagi korban COVID-19, sudah diperiksa dan dimintai keterangannya di Mapolsek Pasar, Kota Jambi.

“Pemenang lelang motor listrik dengan harga Rp2,5 miliar sudah kami periksa,” kata Irjen Firman melalui pesan WhatsApp kepada sejumlah wartawan, di Jambi, Kamis (21/5/2020) kemarin.

Firman menjelaskan, bahwa M Nuh pemenang lelang motor listrik adalah warga Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi itu hanya dilakukan wawancara di Polsek Pasar, Kota Jambi dan tidak ada penangkapan maupun penahanan kepada yang bersangkutan.

Firman menambahkan, setelah dilakukan wawancara, ternyata yang bersangkutan tidak paham acara tersebut pelelangan. “Ya memang yang bersangkutan tidak paham acara yang diikuti adalah lelang, dan yang bersangkutan mengira bakal dapat hadiah bukannya penyumbang. Karena ketakutan ditagih, dia justru minta perlindungan kepada polisi dan melapor ke Polsek Pasar, Kota Jambi,” kata Irjen Firman Shantyabudi.

Sementara itu, Camat Pasar, Kota Jambi, Mursidah mengatakan pihaknya tengah mendalami siapa sosok M Nuh yang memenangkan sepeda motor listrik yang ditandatangani Presiden Jokowi itu.

Diketahui ada satu orang bernama M Nuh yang tinggal di Kampung Manggis, Kecamatan Pasar, Kota Jambi. Namun, dia bukan pengusaha melainkan hanya buruh bangunan.

Pihaknya juga sudah menurunkan semua perangkat untuk mencari sosok M Nuh. Namun, belum juga diketahui. Sementara, untuk instruksi dari pemerintah pusat, dirinya mengaku hingga saat ini belum ada.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua RT 20 Ibrahim mengakui bahwa warganya ada yang bernama M Nuh, tetapi bukan sebagai pengusaha. “Ada warga saya, latar belakangnya tidak mungkin. Karena dia buruh bangunan, memang ada warga saya,” ujarnya singkat. (Fel)

Komentar

News Feed