oleh

Kemenkumham: Bahar Ditempatkan di Sel Pengasingan, Tak Boleh Ditemui Siapapun!

indonesiakita.co – Kementerian Hukum dan HAM memastikan bahwa Bahar bin Smith mengingkari program komitmen asimilasi yang ditandatanginya sebelum dikeluarkan dari lapas. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Liberti Sitinjak.

Ia mengatakan bahwa Bahar mengingkari program komitmen asimilasi yang ditandatanginya sebelum dikeluarkan dari lapas. ”Status yang bersangkutan masih warga binaan pemasyarakatan (WBP). Masih melekat aturan-aturan sebagai WBP. Perbuatan yang bersangkutan masuk kategori pelanggaran berat,” ujarnya, melalui konferensi pers, kemarin.

Selain itu menurutnya, apa yang dilakukan oleh Bahar terbukti melanggar komitmen yang ditandatangi oleh yang bersangkutan. ”Perlu saya tekankan, Bahar bin Smith itu melanggar komitmen yang dia tandatangani saat akan bebas asimilasi,” tambahnya.

Adapun apa yang dilakukan oleh Bahar menurutnya telah membuat resah masyarakat. “Kemudian, bagaimanapun statusnya dia masih sebagai WBP. ‎Masih ada batasan. Dan ucapan dia meresahkan. Apalagi kan sedang ada larangan berkerumun di tengah Covid-19,”tegasnya.

Saat ini, Bahar ditempatkan di sel pengasingan selama enam hari hingga perilakunya membaik. “Memasukkan yang bersangkutan ke sel pengasingan selama enam hari. Selama enam hari, pencabutan hak tidak boleh ditemui siapapun. Enam hari di sel pengasingan bisa ditambah manakala bersangkutan belum tunjukan perubahan,” kata Liberti.

Selain hukuman pengasingan, Bahar tidak diperkenakan untuk mendapat kunjungan keluarga dan pengurangan masa tahanan. “Adapun hak yang dicabut atas pemberlakuan hukuman disiplin berat ini yakni tidak dapatkan hak remisi, tidak dapat cuti kunjungan keluarga, cuti bersyarat, asimilasi, cuti jelang bebas dari pembebasan bersyarat dalam tahun berjalan hingga nama bersangkutan masuk register F,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed