oleh

Ridwan Kamil Minta Warga Sholat Idul Fitri di Rumah

indonesiakita.co – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku terus mengantisi penyebaran dan memutus mata rantai penyebaran corona. Terkait itu, ia mengimbau agar warga dapat melaksanakan  salat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah.

“(Salat Idul Fitri) tidak dilakukan di (tempat) kerumunan, tempat umum, mengacu kepada level kewaspadaan di 27 kabupaten/kota,” ujar Ridwan Kamil di Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Sementara itu, untuk pemberlakuan PSBB nantinya akan diperketat dengan kewenangan penuh dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. “Tidak lagi berbasis maksimal di 27 kabupaten/kota, tapi akan menjadi PSBB Provinsi dengan proporsional di mana yang masih zona merah itu (PSBB) akan dilanjutkan,”  tambahnya.

Adapun Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat sebelumnya menyatakan anjuran bagi warga muslim menjelang Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah, terkait pelaksanaan Sholat Id di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19.

mengatakan, ada dua syarat penting untuk pelaksanaan salat Id agar diperhatikan dengan seksama, yaitu tidak adanya angka penularan Covid-19 dan hasil kajian para ahli di lapangan terkait pelonggaran aktifitas.

“Salat Id itu walaupun sunah, tapi mempunyai makna siar agama yang sangat besar. Oleh karena itu, MUI mengeluarkan fatwa di tengah pandemi covid-19, salat Idul Fitri boleh dilakukan dengan cara berjamaah di lapang, di kawasan yang sudah terkendali saat 1 Syawal ditandai dengan angka penularan kecenderungan menurun dan kebijakan aktifitas sosial yang memungkinkan terjadinya kerumunan berdasarkan ahli yang kredibel dan amanah,” ujar Ketua MUI Jawa Barat, KH Rachmat Syafe’i , dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 di Gedung Sate Kota Bandung Kamis, 14 Mei 2020 lalu.

Ia juga menambahkan, bahwa tidak ada pelarangan aktifitas ibadah di tengah pandemi ini. Pihaknya juga mengimbau, jika salat Id akan dilaksanakan di rumah harus dilaksanakan dengan syarat satu imam dan minimal tiga ma’mum. “Jadi judulnya sama, salat itu tidak ada yang dilarang hanya ada syarat-syarat tertentu khusus untuk wilayah yang terkendali,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed