oleh

Tujuh Anggota Jamaah Tabligh Masuk Gorontalo, Gubernur-Bupati Saling Skak!

indonesiakita.co – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mempertanyakan kebijakan Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin yang memperbolehkan tujuh anggota Jamaah Tabligh dari bangladesh masuk ke dalam wilayahnya. Padahal diketahui, daerah tersebut masih diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Informasi ini diketahui saat rapat secara webinar antara Rusli dan Indra dengan unsur forkopimda dan kepala daerah di Gorontalo,hari ini. Bahkan, dalam kesempatan tersebut Rusli mengaku sampai tak bisa tidur.

“Saya tadi malam tidak bisa tidur Pak Bupati (Bupati Gorontalo Utara Indra Yasin, red.). Saya dapat telepon dari petugas lapangan, saya telepon Pak Bupati tidak nyambung. Jam 11 malam saya suruh susul ajudan untuk bicara dengan bupati langsung,” tegasnya.

Diketahui, setidaknya ada tujuh orang itu masuk dari perbatasan darat di Kecamatan Atinggola, Gorontalo Utara, Sabtu (16/5) malam lalu. Adapun lima di antaranya warga Gorontalo Utara, sedangkan dua lainnya warga Kota Gorontalo dan Boelamo.

Ketujuhnya kembali ke tanah air dari Bangladesh masuk Jakarta dan berhenti di Manado, kemudian melalui perjalanan darat masuk Gorontalo.

Sementara itu, Indra Yasin meminta maaf atas kejadian tersebut dan telah mengambil langkah untuk mengarantina mereka di Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki (ZUS).

“Memang Pak Gubernur kami mengalami kesulitan yang tujuh orang ini. Sudah dipisahkan kamarnya, mereka maunya tidur berdua. Kami sampaikan jangan, entah ada ajaran apa mereka sampai tidur harus berdua,”ungkapnya.

Selain itu, ia mengaky bahwa permintaan agar dua anggota jemaah lainnya dari Kota Gorontalo dan Boalemo untuk dijemput tidak disanggupi gubernur. Ia meminta tujuh orang itu tetap berada di Gorontalo Utara dan menjadi tanggung jawab pemda setempat hingga semuanya dinyatakan sehat (Waw)

Komentar

News Feed