oleh

Saksi Sidang Novel: Pelaku Sempat Terjatuh dari Motor

indonesiakita.co – Sidang kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan kembali digelar. Kali ini menghadirkan saksi mata yang melihat pelaku menggunakan sepeda motor.

Dalam kesaksiannya, disebutkan pelaku sempat mengalami kecelakaan usai menyiramkan air keras kepada Novel. “Saya dengar sekitar pukul 05.00 WIB. Kira-kira antara tempat saya dengan motor berjarak 30 meter,”ujar saksi bernama Rellin, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, hari ini.

Ia menambahkan, telah mendengar sebuah ada suara di luar rumahnya. “Dari Jalan Raya Bellyra yang diportal ada sepeda motor yang berjalan di bagian kanan dan saat itu ada dua orang yang menggunakan satu sepeda motor. Saya melihat yang dibonceng menggunakan helm putih,” tambahnya.

Selain itu, Rellin juga menambahkan, bahwa sepeda motor sangat kencang langsung belok ke kiri menuju Jalan Tarian Raya Timur. Sangking cepatnya, ia tak melihat orang yang mengendarai. “Saya lihat ada yang helm putih, badan sedang, sedangkan motornya matic terdengar saya suara V-belt yang berisik,” sambungnya dalam sidang tersebut.

Ia juga mengetahui Novel Baswedan menjadi korban penyiraman air keras setelah seorang temannya bercerita. “Setelah itu saya kenbali tiduran kemudian saya mendengar suara Karman yang cerita tentang kejadian korban disiram air hingga kepanasan,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam kasus ini, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis didakwa telah melakukan penyerangan ke penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

Salah satu pelaku menyiramkan cairan asam sulfat (H2SO4) ke wajah Novel. Akibatnya insiden ini, Novel Baswean mengalami luka berat dibagian mata kanan dan kiri yang berpotensi menyebabkan kebutaan atau hilangnya panca indera penglihatan.

Adapun keduanya pun dijerat Pasal 355 ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Subsider Pasal 353 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, Lebih Subsider Pasal 351 ayat (2) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Waw)

Komentar

News Feed