oleh

Arab Saudi Belum Berikan Kepastian Penyelengaraan Haji Tahun Ini

indonesiakita.co – Pemerintah Arab Saudi sampai saat ini belum memberikan kepastian soal penyelenggaraan Haji 1441H/2020M atau tahun ini. Namun demikian, Kementerian Agama (Kemenag) berharap pihak setempat memberikan kabar sebelum Ramadhan berakhir.

“Kami berharap informasi pasti apakah haji tahun ini diselenggarakan atau batal bisa segera diumumkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Semoga sebelum akhir Ramadan,” ujar Juru Bicara Kementerian Agama Oman Fathurahman dikutip dari keterangan tertulisnya, hari ini.

Ia menjelaskan, bahwa info kepastian penyelenggaraan haji penting karena waktunya semakin dekat, sementara Kemenag juga harus melakukan berbagai persiapan. Oman juga mengaku Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah telah berkoordinasi dengan Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI agar bisa ikut mengomunikasikan hal tersebut melalui Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta.

Selain itu menurutnya, Kemenag juga telah melakukan upaya proaktif menghubungi pihak Arab Saudi terkait kepastian penyelenggaraan ibadah haji 1441 H/2020 M. “Waktu penyelenggaraan ibadah haji semakin dekat. Kami juga telah berkoordinasi dengan Kemenlu RI untuk meminta kepastian penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441H/2020M dari Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

“Informasi mengenai kepastian penyelenggaraan ibadah haji tersebut menjadi penting bagi kami dalam menyiapkan kebijakan serta peraturan-peraturan yang diperlukan apabila haji akan dilaksanakan dan atau tidak dilaksanakan pada tahun ini,” sambung Oman.

Adapun jelasnya, sampai saat ini persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1441H terus dilakukan oleh Kementerian Agama. Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap II masih dibuka dan akan berakhir pada 20 Mei mendatang.

Dimana persiapan layanan di Arab Saudi juga sudah dilakukan, meski prosesnya belum sampai pada kontrak pengadaan karena adanya surat Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Nomor 410711030 tanggal 11 Rajab 1441H/6 Maret 2020. Surat tersebut menjelaskan tentang permohonan untuk menunggu dalam penyelesaian kewajiban baru hingga jelasnya masalah Covid-19.

“Jadi persiapan di Saudi sudah dilakukan namun hingga saat ini Kementerian Agama belum melakukan penandatanganan kontrak maupun pembayaran uang muka atas pelayanan jemaah haji di Arab Saudi. Mitigasinya sudah kami siapkan sehingga apapun keputusan Saudi, kami siap melaksanakan.

“Mitigasi tersebut juga mencakup langkah yang akan Indonesia ambil jika Saudi tidak kunjung memberi kepastian, padahal waktu persiapan sudah semakin mepet,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed