oleh

Ada Nama Anggota BPK dan Kejagung di Kasus Dana Hibah KONI!

indonesiakita.co – Pernyataan asisten mantan Menpora Imam Nahrawi yakni Miftahul Ulum cukup mengejutkan. Pasalnya ia menyebut terdapat aliran dana kepada anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi sebesar Rp 3 miliar, dan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Adi Toegarisma sebesar Rp 7 miliar soal kasus suap KONI.

Menanggapi hal ini, Juru Bicara KPK Ali Fikri mengaku pihaknya akan mendalami pernyataan tersebut. “JPU KPK tentu sudah mencatat dengan baik keterangan saksi tersebut. Dan oleh karena itu, nantinya dari seluruh fakta persidangan akan dilakukan analisis yuridis lebih lanjut dalam surat tuntutannya,”tegas Ali dalam keterangannya, kemarin.

Ia pun menegaskan, bahwa tak menutup kemungkinan ada tersangka baru jika ditemukan dua alat bukti. “Minimal setidaknya, adanya dua alat bukti permulaan yang cukup, maka tentu KPK tak segan untuk menentukan sikap berikutnya dengan menetapkan pihak lain sebagai tersangka,” tambahnya.

Kendati demikian, KPK menurutnya akan berpijak pada asas hukum praduga tak bersalah dalam mengembangkan setiap perkara. Meski memang dalam persidangan, menyebutkan adanya aliran uang ke sejumlah pihak.

“Adanya asas hukum satu saksi maka tentu harus dilihat pula dari sisi alat bukti lainnya, setidaknya ada persesuaian keterangan saksi lainnya, alat bukti petunjuk ataupun keterangan terdakwa,” tutupnya.

Dimana dalam persidangan sebelumnya pada Jumat (15/5) lalu, Ulum menyebut adanya aliran uang ke anggota BPK Achsanul Qosasi sebesar Rp 3 miliar.

Ulum juga menyebut adanya dugaan aliran uang ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Diduga itu uang tersebut untuk pengamanan perkara.

“Saya meminjamkan uang atas nama saya, mengatasnamakan Liquid bersama Lina meminjam uang untuk mencukupi uang Rp 7 miliar untuk mencukupi dulu dari kebutuhan Kejaksaan Agung, terus kemudian Rp 3 miliar untuk BPK,” tegas Ulum dalam persidangan.

Namun, majelis hakim meminta agar Ulum menguraikan secara rinci dan jelas, bagaimana hal tersebut terjadi. “Saudara saksi tolong detail, ya, sekian sekian itu berapa? saudara tahu enggak?” ujar hakim Rosmina.

“Tau yang mulia. BPK Rp 3 miliar, Kejaksaan Agungnya Rp 7 miliar yang mulia. Semua uang menyiapkan dulu. Saya membantu Lina waktu itu sekitar Rp 3-5 miliar. Lainnya diambilkan dari uang KONI,” ujar Ulum. (Fel)

Komentar

News Feed