oleh

Wali Kota Bekasi Minta Calon Penumpang KRL Jalani Rapid Test

indonesiakita.co – Pemerintah Kota Bekasi akan menerapkan metode rapid test kepada penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commutter Line dan ke pengendara di sejumlah cek poin.

“Kualitasnya lebih bagus dari pada rapid yang ada sebelumnya. Capai 80 persen akurasinya,” kata

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan bahwa penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commutter Line akan menjalani rapid test sebelum menaiki moda transportasi tersebut. Ia mengatakan, 7.000 alat rapid test dengan akurasi 80 persen itu dalam waktu dekat ini akan digunakan untuk pemeriksaan di check point, stasiun hingga tingkat RW.

“Kualitasnya lebih bagus dari pada rapid yang ada sebelumnya. Capai 80 persen akurasinya. Ada di 32 check point, di stasiun tiga hari berturut-turut, kalau satu hari 300 berarti 900. Terus di RW tiap RW 4 orang,” ujar pria yang akarab disapa Pepen itu.

Ia menambahkan, alat rapid test akan terus didatangkan untuk melakukan pengecekan kondisi kesehatan warga selama pademi corona ini belum berakhir.

“Kita adakan (7.000 rapid test) waktu kita pesan pertama, inikan pesan butuh waktu, tapi ini kualitasnya di atas yang sebelumnya,”ungkapnya.

Adapun rapid test atau PCR ini menurutnya sangat membantu mendeteksi keberadaa virus corona, sehingga dapat segera dilakukan penanganan dengan baik.

“Ya memang pasti karena kita tes terus. Ada terus penambahan kasus, tapi tidak apa bisa diakomodir tangani dengan baik,” tutupnya.

Sebagai informasi, data kasus Covid-19 di Kota Bekasi berdasarkan website resmi corona.bekasikota.go.id, untuk Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 2.320 orang, 1.242 orang diantaranya sedang dalam proses pemantauan dan 1.026 orang selesai proses pemantauan.

Selain itu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada sebanyak 930 orang, rinciannya 462 orang sedang dalam pengawasan dan 468 orang selesai pengawasan. Adapun untuk warga yang terkonfirmasi positif ada sebanyak 280 orang, 193 diantarnya sembuh, 58 dirawat dan meninggal 29 orang. Ada juga 122 orang meninggal tercacat karena penyakit khusus. (Waw)

Komentar

News Feed