oleh

Pemerintah Pusat Sudah ’Gagap’ Kebijakan Anies Terus Dihantam!

indonesiakita.co – Dalam beberapa pekan ini, Gubernur DKI Anies Baswedan mengaku selalu mendapat tekanan, bahkan kesulitan dalam menentukan kebijakan soal penanganan Covid-19. Hal ini tentunya karena pemerintah pusat memiliki kekuasaan yang lebih daripada kepala daerah.

Menanggapi hal ini, pengamat politik Ujang Komarudin menyebutkan, apa yang disampaikan Anies pada media asing adalah merupakan sebuah kewajaran. “Wajar jika Anies mengeluh. Karena sebagai gubernur tak bisa power full dalam menangani persoalan Corona di Jakarta. Banyak keinginan dan kebijakan Anies yang terhalang oleh pemerintah pusat,” jelasnya, kemarin di Jakarta.

Ia menilai, bahwa sesungguhnya Anies ingin menunjukkan dukungan pemerintah pusat dalam memutus mata rantai pandemi Covid-19. Namun ironisnya, pemerintah pusat justru tidak memberikan support kepadanya.”Anies ingin A, tetapi pemerintah pusat ingin B. Jadinya tak ketemu,” tambah dosen di Universitas Al Azhar Indonesia ini.

Adapun sejumlah kebijakan pemerintah pusat menurutnya terkesan berubah-ubah, bertabrakan, dan bertentangan soal pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Saya kira kebijakan pemerintah pusat soal PSBB yang terkesan berubah-ubah merugikan Anies,” sambungnya.

Anies memang sebelumnya menceritakan kepada media Asing tentang apa yang ia lakukan namun justru mendapat kesulitan dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah pusat. (Fel)

Komentar

News Feed