oleh

Iuran BPJS Kesehatan Naik, Netizen: Cebong Sakit, Gak Punya Uang, Solusinya Berbaring di Jalan Tol-LOL

indonesiakita.co – Naiknya iuran BPJS kesehatan terus menuai reaksi masyarakat. Bahkan, kenaikan iuran berdasarkan Perpres Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Berikut ini kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang tertuang dalam Pasal 34.

Bahkan netizen menyindir keras kebijakan tersebut. “Jokowi Bebani Rakyat Miskin Di Tengah Covid-19, Tak Turunkan BBM Tapi Naikkan BPJS Kesehatan,” tulis akun Aline Yoana Tan @TanYoana.

Ia juga menyindir para pendukung Jokowi sekaligu menggambarkan bagaimana rasanya mendapatkan keputusan tersebut. “Cebong Sakit? Ga Punya Biaya Untuk Berobat ?

Gampang Solusinya : Berbaring Di Jalan Tol-LOL,” tutupnya.

 

Sumber: Twitter @TanYoana

Tak hanya Aline, sebelumnya Dosen Magister Ilmu Hukum Pascasarjana Universitas Pasundan, Firman Turmantara Endipradja menilai, level masyarakat yang paling menderita dengan adanya kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah masyarakat miskin.

“Terutama masyarakat miskin lama dan miskin baru yang muncul karena pandemi. Ini yang paling terbebani dengan kenaikan itu. Karena saya kira potensi untuk chaos ini cukup besar, kata Firman, hari ini, Rabu (13/5/2020).

Firman menilai, adanya indikasi upaya presiden Jokowi untuk memaksakan kenaikan iuran BPJS demi menutup defisit triliunan rupiah yang dialami BPJS. “Jadi, ini menegaskan, kebijakan yang dirasa Ini gak logis defisit BPJS dibebankan kepada masyarakat yang sedang terkena imbas pandemi. Jangan memaksakan diri berargumentasi yang tanpa alasan karena realisasinya seperti ini, masyarakat lagi susah,” tegasnya. (Fel)

Komentar

News Feed