oleh

Belajar Mengajar Aktif, Pemprov DKI Pastikan Fasilitas Kesehatan Sekolah Aman

indonesiakita.co – Pemprov DKI berharap seluruh sekolah dan pelajar dapat memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 saat proses belajar mengajar dimulai 13 Juli mendatang. Adapun keputusan aktif belajar diumumkan setelah Dinas Pendidikan DKI Jakarta melaksanakan PPDB pada 15 Juni hingga 9 Juli mendatang.

Diketahui, pada pelaksanaan PPDB ini dilakukan secara online dengan mekanisme zonasi, afirmatif, prestasi, dan kondisi yang mana adanya perpindahan alamat orang tua. Akan tetapi, Dinas Pendidikan tetap memberikan pelayanan dan fasilitas pendaftaran offline bagi keluarga yang tidak dapat mengakses layanan online.

Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan, sekolah akan dilengkapi tempat cuci tangan. “Mulai sekarang di tiap sekolah disuruh nambah tempat cuci tangan. Bukan tak mungkin di depan kelas semua ada tempat cuci tangan, yang dulu barangkali kan bisa jadi dua kelas satu tempat cuci tangan,” ujarnya, melalui akun Youtube Pemprov DKI yang diunggah hari ini.

Ia menegaskan, bahwa protokol kesehatan di sekolah juga harus memperhatikan physical distancing seperti menjaga jarak antar meja, menyediakan masker, dan hand sanitizer bagi siswa di ruang kelas. “Memang ini hal baru, tapi insyaAllah good learning. Jadi kita arahkan sebagian sekolah untuk masuk, sebagian sekolah tentu akan bertahan lebih lama,” jelasnya.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Pemprov DKI telah menyiapkan tiga skenario dalam mengoperasikan kembali kegiatan belajar dan mengajar di sekolah-sekolah di Jakarta. Tiga skenario tersebut adalah, sebagian sekolah, semua siswa belajar di sekolah, Sebagian sekolah, sebagian siswa belajar di sekolah. Semua sekolah, sebagian siswa belajar di rumah “Jadi Prosedur tetapnya sama semua sekolah. Apa itu tentang sekolahnya aman dan sanitasinya,” tutup Anies. (Waw)

Komentar

News Feed