oleh

Masih Bingung Soal Sholat Ied, Ini Imbauan MUI

indonesiakita.co – Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin berharap agar masyarakat tetap bisa melakukan sholat Idul Fitri pada 1 Syawal 1441 H di rumag masing-masing. Hal ini tentunya masih terkait pandemi corona yang sampai saat ini masih terus terjadi di Indonesia.

“Salat Idul Fitri boleh dilaksanakan di rumah dengan berjemaah bersama anggota keluarga, atau secara sendiri, terutama jika ia berada di kawasan penyebaran Covid-19 yang belum terkendali,” ujar Hasanuddin dikutip dari keterangannya, kemarin.

Namun menurutnya, salat Idul Fitri boleh dilaksanakan dengan cara berjemaah di tanah lapang, masjid ataupun mushola  jika berada di kawasan yang kasus Covid-19 sudah terkendali.

“Jika umat Islam berada di kawasan terkendali atau kawasan yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularan, maka salat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan cara berjemaah di tanah lapang atau masjid atau musala atau tempat lain,” tambahnya.

Adapun jika pilihannya adalah salat Idul Fitri dilaksanakan berjemaah di rumah, maka ketentuannya yakni jumlah jemaah yang salat minimal empat orang. Dengan ketentuan satu orang imam dan tiga orang makmum. Kemudian dilaksanakan khotbah Idul Fitri.

“Jika jumlah jemaah kurang dari empat orang, atau jika dalam pelaksanaan salat jemaah di rumah tidak ada yang berkemampuan untuk khotbah, maka salat Idul Fitri boleh dilakukan berjemaah tanpa khotbah,”  jelasnya.

Tetapi jika salat Idul fitri dilaksanakan secara sendiri maka ketentuannya tetap berniat melaksanakan Salat Idul Fitri secara sendiri. Dilaksanakan dengan bacaan pelan.

“Tidak ada khotbah,” lanjut Hasanuddin.

Sementara jika Salat Idul Fitri dilaksanakan secara berjemaah di lapangan, masjid atau musala, maka dianjurkan sebelum salat memperbanyak bacaan takbir, tahmid, dan tasbih.

“Salat dimulai dengan menyeru ‘ash-shalâta jâmi’ah’, (salat berjemaah) tanpa azan dan iqamah. Usai menjalani salat Idul Fitri, setelah salam, disunnahkan mendengarkan khotbah Idul Fitri,” sambungnya lagi.

Ia juga menjelaskan, bahwa salat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkad. Salat Idul Fitri disunnahkan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, merdeka maupun hamba sahaya, dewasa maupun anak-anak. Baik dalam sedang di kediaman maupun sedang bepergian, secara berjemaah maupun secara sendiri.

Salat Idul fitri sangat disunnahkan untuk dilaksanakan secara berjemaah di tanah lapang, masjid, musala dan tempat lainnya. Akan tetapi, Salat Idul Fitri berjemaah juga boleh dilaksanakan di rumah. “Pada malam Idul Fitri, umat Islam disunnahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, tasbih, serta aktivitas ibadah,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed