oleh

Polisi Telisik Penyedia ABK Indonesia di Kapal China, Soal Perbudakannya Piye?

indonesiakita.co – Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Ferdy Sambo menyebut bahwa pihaknya menemukan tiga bukti yang mengarah pada dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terkait kasus ABK asal Indonesis di kapal China.

“Iya (sudah menemukan tiga bukti), keterangan saksi, surat, dan petunjuk. Ada peristiwa tindak pidana perdagangan orang,” ujarnya, hari ini.

Namun sayang Ferdy tidak menjelaskan secara rinci bukti-bukti tersebut yang telah ditemukan oleh penyidik dalam kasus ini. Kendati demikian, kepolisian pun akan mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Jaksa Penuntut Umum. “Kami juga akan membuat laporan polisi model A karena ada temuan peristiwa pidana,” tambahnya.

Polri menurutnya, akanmelakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang diduga terkait untuk dimasukkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Termasuk juga meminta keterangan dari 14 ABK WNI yang diduga menjadi korban dari peristiwa eksploitasi tersebut.

“Besok baru BAP, Hubla (Ditjen Perhubungan Laut), Imigrasi Pemalang dan Tanjung Priok, Syahbandar,” tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa para pekerja asal Indonesia mendapat perlakuan yang tidak pantas dari pihak pekerja China di kapal pencari ikan China, Longxing 629. Dimana para ABK hanya bisa mengkonsumsi air laut yang telah disaring, kemudian bekerja 30 jam sementara waktu istirahat hanya 6 jam dalam sehari.(Waw)

Komentar

News Feed