oleh

Pemerintah Ngeles, Tak Ada Lockdown Jika Vaksin Covid-19 Belum Ditemukan!

indonesiakita.co – Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, bahwa pemerintah tidak akan melakukan lockdown. Terlebih saat ini vaksin Covid-19 masih belum ditemukan.

Ia juga menjelaskan, kebijakan lockdown akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi, pengangguran dan pasokan kebutuhan pokok. “Lockdown yang berkepanjangan menginduksi biaya seperti penyusutan ekonomi, pengangguran dan gangguan rantai pasokan,” tegas Luhut seperti dikutip pada bahan presentasinya saat menjadi pembicara tamu di SMDV-Agaeti Ventures, kemarin.

Menurutnya, hal inilah yang menjadi alasan pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam menekan angka penyebaran Covid-19.

Kendati kebijakan lockdown bisa mengurangi angka kematian akibat penyebaran virus. Namun tanpa kepastian ditemukannya vaksin dari virus justru akan menimbulkan masalah di kemudian hari.

Lebih lanjut Luhut menjelaskan, penemuan vaksin dari virus baru tidak dapat ditemukan dalam waktu singkat. “Secara umum vaksin membutuhkan waktu puluhan tahun untuk didistribusikan,” jelasnya.

Selain itu, pendistribusian vaksi secara massal kepada masyarakat juga tentunya menjadi kendala. ”Bahkan dengan jalur cepat, itu membutuhkan setidaknya 1 tahun,” kata Luhut.

Adapun pemerintah pusat menurutnya telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan wilayah mereka dan menjaga yang baik dan jelas. Cara ini pun ditinjau secara berkala. Jika jumlah kasus meningkat, maka pelaksanaan PSBB akan diperketat.

“Jika kasus mulai meningkat dengan angka sebelumnya, atau orang mengabaikan kesehatan protokol, PSBB/ lockdown akan diterapkan lagi,” tutupnya. (Fel)

Komentar

News Feed