oleh

Anies Bongkar Data Laporan Covid-19 Milik Pemerintah ke Media Asing

indonesiakita.co – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan buka-bukaan soal data kasus Covid-19 di Indonesia. Ia mengatakan, bahwa Pemerintah Provinsi DKI telah mengetahui wabah tersebut sejak Januari 2020.

Ia juga mengaku telah meminta sejumlah rumah sakit untuk bersiap-siap mengantisipasi langkah berikutnya, jika virus tersebut menyebar ke Indonesia. “Jumlahnya terus meningkat pada Januari dan Februari. Kemudian kami segera memberi tugas kepada semua pihak terkait di lingkup Pemprov DKI Jakarta untuk menangani Covid-19 ini,” katanya seperti dikutip dari The Sidney Morning Herald, Sabtu (8/5/2020).

Sebagaimana diketahui, pada bulan Februari 2020 saja, pemerintah masih jor joran untuk melakukan diskon tiket pesawat dan hotel maupun restoran, sebagai upaya mendorong wisatawan asing masuk ke Indonesia. Bahkan, pemerintah memberikan setidaknya Rp 500 miliar untuk kontribusi diskon selama tiga bulan. Uang tersebut didapatkan dari APBN dan berkontribusi 30% dari diskon yang diberikan.

Anies sendiri mengaku, saat itu Pemprov DKI tidak mendapatkan izin untuk melakukan pengujian spesimen secara mandiri.

Bahkan, melihat ia juga melihat dari jumlah jenazah yang dimakamkan di DKI Jakarta pada Maret hingga April 2020, yakni melonjak hingga 25 persen dari rerata bulanan atau naik sekitar 1.500 kematian per bulannya. Menurutnya, naiknya angka kematian ini kemungkinan besar disebabkan oleh Covid-19.

“Kami pikir jumlah kematian dan infeksi jauh lebih tinggi dari apa yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan,” jelas Anies.

Adapun DKI Jakarta saat ini telah memiliki 23 laboratorium yang mampu melakukan 3.086 tes per harinya, dan sebanyak enam dari 190 rumah sakit di Jakarta ditunjuk pemerintah pusat sebagai rumah sakit rujukan Covid-19.

Namun sayang, pemerintah pusat cukup lamban dalam menanggapi hal ini, dan ironisnya sejumlah menteri kabinet Jokowi justru membantah bahwa Covod-19 tidak ada di Indonesia. Belakangan justru, salah satu menteri yakni Menteri Perhubungan sempat terinfeksi virus tersebut dan kini dinyatakan sembuh.

Terkait mudik, Anies memperkirakan setidaknya ada 1,6 juta orang telah meninggalkan Jakarta untuk mudik kendati jumlah itu jauh menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 7 juta orang.

Hal ini menurutnya, memperlihatkan bahwa sulitnya menghentikan derasnya keinginan warga untuk mehanan kembali ke kampung halaman.“Saya tidak khawatir tentang apa yang dikatakan media sosial tentang kebijakan kami, saya lebih khawatir tentang apa yang akan ditulis sejarawan di masa depan tentang kebijakan kami,” tutup Anies. (Fel)

Komentar

News Feed