oleh

Pelaku Prank Sembako Isi Sampah Sering Kasih Duit ke Orangtua

indonesiakita.co – Dua pemuda yakni  Aidil (21), dan Ferdian Paleka akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian terkait prank pemberian dus berisi sampah dan batu kepada transgender di Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung. Keduanya diketahui merupakan sahabat sejak duduk di sekolah menengah pertama.

Roni, orang tua Aidil mengaku tegar dengan kasus yang menimpa anaknya menjadi tersangka kasus dugaan tindak pidana ITE. Didampingi sang istri yakni Lamisa, Roni menjelaskan bagaimana anaknya bisa menjadi youtuber seperti saat ini.

“Waktu nganggur, si Ferdi (ferdian) main lagi ke rumah dia sudah punya akun YouTube dan sudah banyak menghasilkan duit,” ujar Roni di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Jumat (8/5).

Keduanya kemudian sering malakukan aktifitas bersama dan membuat sejumlah video. Bahkan, Aidil sering memberi uang kepada Roni dan istrinya. ”Suka ngasih uang sama istri, enggak banyak. Pernah ngasih Rp 500 ribu, Rp 300 ribu. Bilangnya uang dari video?” ungkap Roni.

Kendati tegar, Roni tetap merasa sedih, melihat anaknya yang masih muda sudah harus mendekam di tahanan. “Saya tidak mengutuk perbuatannya. Dasar kenakalan remaja, orang iseng. Saya yakin si Aidil tidak memprediksi bakal begini kejadiannya,” ucap Roni.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Bandung, AKBP Galih Indragiri menambahkan, dalam video yang diunggah di akun YouTube Ferdian, Aidil bersama Ferdian dan Tugabus Fahdinar tampak seolah ingin memberi bantuan makanan dalam dus pada transpuan. Namun ternyata, isi dusnya itu hanya sampah.

“Jadi awalnya Aidil memberi Ide pada Ferdian dan TB Fahdinar untuk membuat video prank pemberian makanan pada waria di pinggir jalan dengan menggunakan dus mi instan,” ujar Galih Indragiri di Mapolrestabes Bandung.

Kemudian, video rekaman pemberian dus berisi sampah itu kemudian viral. Transpuan yang terlibat dalam video itu pun marah dan melaporkan ketiganya kepada pihak kepolisian.

Adapun Ferdian, Aidil dan TB Fadinar dijerat Pasal 45 ayat 3 Undang-undang ITE yang mengatur, setiap orang dengan sengaja tanpa hak, mendistribusikan informasi atau dokumen elektronik, memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik. “Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun dan denda Rp 750 juta maksimal Rp 12 miliar,” ujar Galih.

Selain itu, meski Aidil disebut-sebut sebagai kreator awal konten yang kontroversi itu, Ferdian tampak melindungi teman-temannya. “Itu bukan idenya Aidil, itu idenya kami bertiga,” kata Ferdian. (Waw)

Komentar

News Feed