oleh

ABK Indonesia Tewas di Kapal China, Muhammadiyah: Biadab, Pemerintah Harus Bertindak!

indonesiakita.co – Ketua bidang Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Razikin menanggapi kasus ABK asal Indonesia yang meninggal di Kapal China. Ia juga mendesak agar pemerintah mengusut dugaan eksploitasi terhadap para pekerja tersebut

Ia menjelaskan, bahwa persoalan yang dialami para ABK asal Indonesia tidak hanya masalah pemulasaran jenazahnya yang dilarung ke laut, tetapi mereka juga dieksploitasi dalam berbagai hal. “Ekploitasi tehadap 18 ABK di Kapal China itu sangat biadab, pemerintah harus bertindak,” tegasnya, da;am keterangan tertulisnya, kemarin.

Diberitakan sebelumnya, informasi tersebut menjadi viral di seluruh media sosial setelah media tv Korea Selatan memberitakan kematian salah satu ABK asal Indonesia. Informasi ini kemudian ditambah lagi dan diperjelas oleh Youtuber Jang Hansol melalui akun Youtubenya.

Razikin menambahkan, para ABK selalu mengalami eksploitasi seperti bidang keuangan (financial exploitation), eksploitasi buruh (labour exploitation), kekerasan fisik (physical abuse), dan manipulasi psikologis (psychological manipulation).

“Peristiwa seperti ini terus berulang, tindakan eksploitasi, penyiksaan, ketidakadilan dan menjadi budak kapal perikanan asing di tengah laut,” ketusnya.

Adapun kasus ini menurutnya tergolong human trafficking atau tindak pidana perdagangan orang (TPPO) lintas negara dan terselubung. Kasus seperti ini sulit untuk ditanggulangi mengingat modus operandinya sangat sistematis sehingga perlu penanganan khusus.

“Mengingat rata-rata korban perdagangan ABK merupakan laki-laki asal dari golongan ekonomi bawah dan membutuhkan pekerjaan. Kemudian metode perekrutan cukup bervariasi,” tutupnya. (Waw)

Komentar

News Feed