oleh

ABK Asal Indonesia di Kapal China Alami Perbudakan!

indonesiakita.co – Kasus dilemparnya jenazah ABK asal Indonesia di kapal China, tentunya menyita perhatian publik. Youtuber Jang Hansol menerjemahkan isi video milik media MBC bahwa di kapal tersebut telah terjadi praktek perbudakan.

“Mereka mengatakan, bahwa para pekerja China di kapal itu membawa air minum, namun pekerja Indonesia tidak boleh meminumnya. Sementara untuk orang Indonesia boleh minum air laut yang difilterasi. dan kondisi badan pekerja Indoensia kian memburuk.” jelas Hansol, menerjemahkan apa yang disampaikan pembawa acara tersebut.

 

Sumber: Youtube /Jon Jang Hansol (Korea Reomit)

“Mereka bekerja sehari selama 18 jam, di mana si pelaut menuturkan dia pernah berdiri selama 30 jam. “Sistem kerja dikapal tersebut miirip dengan perbudakan,” tambah Hansol.

“Kelompok HAM yang menyelidiki kematian empat orang di kapal kemudian melaporkannya kepada Garda Penjaga Pantai Korea Selatan (KCG), untuk segera menginvestigasinya. Seoul dilaporkan bisa melakukan investigasi karena pada 2015, mereka meratifikasi perjanjian internasional untuk mencegah perdagangan manusia.

“Namun dua hari setelah peristiwa itu, kapal tersebut langsung meninggalkan lokasi sehingga investigasi tak bisa dilanjutkan. Untungnya, demikian terjemahan yang dipaparkan Hansol, masih ada pelaut yang berada di Busan, mereka ingin melaporkan pelanggaran HAM yang mereka terima. Kru tersebut dilaporkan sudah meminta pemerintah Korea Selain untuk menggelar penyelidikan menyeluruh,” tutup Hansol. (Fel)

Komentar

News Feed