oleh

Hakim Desak Sidang Novel Baswedan Digelar Seminggu Dua Kali

indonesiakita.co – Persidangan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel baswedan kembali digelar. Kali ini, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara meminta Jaksa Penuntut Umum (JPU) memprioritaskan kehadiran saksi yang menolong Novel.

Diketahui, Novel akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara usai peristiwa itu. Namun, dari empat saksi, namun hanya dua orang yang mengonfirmasi hadir. “Tolong diutamakan saksi yang saat itu melakukan evakuasi atau menolong korban,” kata Hakim Ketua, Djuyamto, usai sidang, Jakarta, Rabu (6/5).

Selain itu, majelis hakim juga meminta persidangan kasus penyiraman air keras terhadap Novel dilaksanakan selama dua kali dalam sepekan. Sidang disepakati akan dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis.

“Majelis berharap minggu besok bisa dua kali dalam seminggu. Selasanya dua [saksi], kamisnya empat [saksi],” tegasnya.

Sebagai informasi, pada sidang hari ini, Nursalim, salah seorang imam salat subuh di masjid Al Ihsan saat peristiwa penyiraman air keras terjadi, mengaku melihat gamis yang dipakai Novel untuk melaksanakan ibadah, basah di bagian depan.

Kata dia, bau menyengat tercium dari gamis tersebut. Bahkan, ia sempat merasa panas ketika memegang gamis. “Bajunya masih utuh, ada kancing kebuka. Ada bekas air. Basah sebagian depannya doang, yang atasnya saja. Kita pegang lama-lama terasa panas di tangan. Dan menyengat,” ucap Nursalim saat menjadi saksi dalam sidang, hari ini.

Dalam surat dakwaan, dua terdakwa penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, yaitu Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, melakukan penganiayaan berat dan terencana berupa penyiraman cairan asam sulfat (H2SO4), yang biasa digunakan pada aki, ke wajah Novel.

Namum, Novel merasa keberatan dengan dakwaan tersebut. Hal itu ia sampaikan ketika menjadi saksi pada akhir April lalu. “Saya sangat keberatan ada yang menyebut air aki,” kata Novel. (Waw)

Komentar

News Feed